Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai Sangat Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan

Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai Sangat Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan

Kabar5.com Queensland | Dua negara bagian di Australia yakni Queensland dan Australia Barat akan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai dari sejumlah supermarket dan pertokoan.

Kedua negara bagian tersebut mengikuti negara bagian lain, seperti Australia Selatan, Kawasan Ibukota Australia, Kawasan Australia Utara, dan Tasmania yang sudah lebih dahulu melakukan pelarangan kantong plastik sejak tahun 2009, 29 Juni 2018.

Sementara di Victoria dan New South Wales penggunaan kantong plastik masih diperbolehkan tetapi rencananya akan mulai dilarang akhir tahun 2018.

Sebuah lembaga lingkungan, Planet Ark mencatat penggunaan kantong plastik di Australia setiap tahunnya mencapai empat miliar. 30 hingga 50 juta diantaranya berakhir sebagai sampah di pantai, jalanan, dan taman-taman.

Pemerhati lingkungan perairan, Ocean Crusaders pernah membuat daftar peringkat negara-negara yang mencemarkan laut dengan sampah plastik terbanyak.

Di peringkat pertama adalah China, disusul oleh Indonesia dan Filipina di peringkat dua dan tiga.

Dari data mereka ditemukan jumlah sampah plastik yang tidak dikelola dengan benar di Indonesia mencapai lebih dari 3 ton metrik per tahunnya.

Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara maju di dunia dengan pencemaran plastik terbanyak di dunia, dengan menduduki peringkat ke 20 dalam daftar tersebut.

Sampah plastik di laut dan kawasan perairan lainnya telah terbukti menyebabkan kematian puluhan ribu burung, paus, anjing laut, dan pentu setiap tahunnya.

Kebanyakan dari hewan-hewan tersebut menyangka jika kantong plastik adalah ubur-ubur.

Bangkai dari hewan-hewan tersebut kemudian mengeluarkan kembali plastik yang pernah dimakannya dan kemungkinan besar dimakan lagi oleh hewan lainnya.

Sementara di daratan, sampah plastik bisa membuat burung dan hewan ternak mati.

Di peternakan Mudgee, New South Wales misalnya, ditemukan ada hewan ternak yang mati dan ditemukan delapan kantung plastik di dalam perutnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.