Pasien RS Sumenep Berhamburan Keluar Saat Gempa Mengguncang

Pasien RS Sumenep Berhamburan Keluar Saat Gempa Mengguncang

Kabar5.Com, Sumenep | Gempa berkekuatan 6,3 skala richter mengguncang wilayah Jawa Timur hingga Bali pada Kamis, 11 Oktober 2018 dini hari.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho gempa itu dirasakan hampir di seluruh warga di wilayah Jatim. Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep dan Situbondo, Jatim, selama 2-5 detik.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan masyarakat berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. Termasuk pula, sambungnya, pasien dan tenaga medis di rumah sakit umum daerah Sumenep.

 

“Banyak pasien yang mengalami kepanikan, sehingga sesuai instruksi banyak yang keluar dari rumah sakit Sumenep,” ujar Rahman.

 

Puluhan pasien dan keluarganya sedang beristirahat dan tertidur lelap saat gempa terjadi. Kemudian saat guncangan gempa terasa kuat, kepanikan terjadi dan mereka berhamburan keluar bangunan.

 

Puguh, salah seorang perawat di rumah sakit mengatakan para petugas medis pun berupaya untuk membantu evakuasi pasien ke halaman rumah sakit.

 

Setelahnya, para pasien dan anggota keluarga yang menunggu pun diam di luar. Perawatan medis bagi pasien dilakukan sementara di halaman rumah sakit pada dini hari tadi.

 

“Trauma, takut ada gempa susulan,” ujar Jannah salah seorang ibu dari pasien anak-anak menerangkan mengapa mereka belum berani kembali ke dalam ruang rawat.

 

Hingga pagi tadi, BNPB mencatat telah menerima laporan tiga orang tewas tertimpa bangunan rumah yang roboh akibat gempa pada dini hari tadi. Tiga korban jiwa itu semuanya berada di Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.

 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan hingga pukul 02.30 berdasarkan pemantauan pihaknya terjadi hanya satu gempa susulan dengan maginitudo 3,4.

 

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata dia dalam rilis BMKG.

 

Gempa yang terjadi di laut itu berada di kedalaman 12 km, dengan jarak 55 km di arah timur laut Kota Situbondo, Jatim.

 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik,” demikian keterangan BMKG.

 

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.