Paslon Nomor Satu Tidak Mau Tanda Tangan

Paslon Nomor Satu Tidak Mau Tanda Tangan

Kabar5.com, Serang | Hasil dari rapat pleno di kecamatan serang yang mulai dilakukan hari ini, di wilayah kecamatan serang dan walantaka tidak di bubuhi tanda tangan dari saksi calon dari nomor urut satu.

Menurut H.Dada Fathoni selaku saksi untuk paslon nomor urut satu yang juga Pengurus DPD Partai Golkar kita Serang, mengatakan pada intinya suara kita menunggu dari hasil panwaslu terkait indikasi temuan money politik di beberapa daerah di pilkada kota serang.

” Kita menghormati keputusan pleno,namun kita belum menandatangani masih menunggu keputusan indikasi temuan yang ada.” katanya.

Hal ini dilakukan karena Dirinya selaku Tim dari paslon telah mengetahui secara pasti adanya indikasi kecurangan yang ada di pilkada kemarin.

” Hal ini kita lakukan guna menghormati dan menghargai, karana ketika ada temuan dan indikasi kita tidak terburu buru dengan hasil rapat pleno yang telah diselenggarakan puspuka kecamatan Serang ini.” jelasnya

Terkait hasil pleno kecamatan serang menurutnya tetap kita hargai hasil itu namun, untuk menandatangani hasil itu tetap kita akan menunggu hasil dari bawaslu terkait temuan money politik di beberapa wilayah oleh paslon paslon lain nanti.

” Intinya kita akan menunggu dulu keputusan dari bawaslu nanti, untuk menandatangani hasil pleno di 12 kelurahan yang ada di kecamatan Serang sampai keputusan bawaslu terkait indikasi beberapa temuan kecurangan,supaya kita juga menghormati apa yang telah menjadi kesepakatan beberapa peserta pilkada kota serang bahwa dipilkada kota serang ini harus bersih dari money politik.”pungkasnya.

Sementara itu Alaya Hulyana saksi paslon Nomer urut satu dari kecamatan Walantaka kota serang menjelaskan, bahwa dirinya tidak menandatangani hasil pleno yang di lakukan di kecamatan walantaka karena ini terindikasi adanya indikasi permainan money sebelum pelaksanaaan dipilkada kota serang ini.

” Bukan arena ada kecurangan pelaksanaan Karena terganjal oleh sebuah perjanjian antara pemerintah, pelaksana awalnya sudah sepakat tidak akan menggunakan Money politik di pemilu ini, Namun sebagai mana kita tahu sekarang ada dugaan indikasi adanya Money politik Dan itu lagi di proses di gakumdu, kami siap kenandatangani nanti Setelah proses selesai.” singkatnya.

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.