Pelaku Penembakan California Unggah Status di Facebook

Pelaku Penembakan California Unggah Status di Facebook
Pelaku Penembakan California Unggah Status di Facebook

Kabar5.Com, Amerika Serikat | Pelaku penembakan massal bar di California, Amerika Serikat (AS), diketahui didatangi penegak hukum dalam beberapa tahun terakhir.

Terakhir kali polisi mendatangi rumah Ian David Long terjadi pada April di mana saat itu dia dilaporkan atas tuduhan melakukan keributan.

Sheriff Ventura County Geoff Dean berkata Long menunjukkan perilaku aneh selama petugas mengajukan pertanyaan.

” Dia menunjukkan gelagat marah dan perilaku yang tidak rasional kepada kami,” kata Dean. Saat itu, petugas didampingi seorang pakar kesehatan mental.

Pakar itu menuturkan kepada polisi setelah melihat perilakunya, ada kemungkinan Long menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Gangguan itu dikarenakan Long pernah berdinas di Marinir AS pada Agustus 2008 hingga Maret 2013, termasuk bertugas di Afghanistan periode November 2010 hingga Juni 2011.

Namun setelah berbicara dengannya, pakar itu memutuskan untuk menahannya sesuai aturan jika ada individu yang menunjukkan gejala gangguan psikologis.

Tujuh bulan kemudian, polisi kembali mendatangi rumah Long. Namun situasinya berbeda karena Long merupakan pelaku penembakan massal di Borderline Bar Rabu 7 November 2018.

Dia menyerang bar tersebut pukul 23.20 waktu setempat menggunakan pistol Glock kaliber 45, dan membunuh 11 orang sebelum dia juga tewas.

Sebelum melakukan penembakan, otoritas berwajib menyatakan pria 28 tahun itu sempat mengunggah sebuah status di Facebook.

Menggunakan emoji tertawa, Long mengaku bahwa dia gila dan berharap setelah aksinya, orang-orang bakal menyebutnya gila.

” Hal yang harus kalian lakukan setelah ini adalah memberikan ucapan duka, simpati, serta kegelisahan mengapa perbuatan ini selalu terjadi,” kata Long.

Seorang temannya yang tak disebutkan identitasnya itu mengaku tak percaya dengan status yang dibuat Long. Sebab, itu bukanlah Long yang dia kenal.

” Saya tidak tahu apa yang merasuki kepalanya hingga dia menulis demikian. Sangat mengerikan. Tak seperti Ian yang kukenal,” tuturnya. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.