Pemkab Trenggalek Siapkan Strategi Untuk Tanggulangi Kekeringan

Pemkab Trenggalek Siapkan Strategi Untuk Tanggulangi Kekeringan

Kabar5.Com, Trenggalek | Pemkab Trenggalek menyiapkan strategi khusus menanggulangi dampak kekeringan parah yang melanda 42 desa. Salah satunya menyiapkan armada tambahan untuk mengangkut distribusi bantuan air bersih, 3 Oktober 2018.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, mengatakan penambahan armada tangki dinilai cukup penting demi kelancaran distribusi pasokan air bersih. Mengingat jumlah armada yang dimiliki BPBD maupun PDAM setempat sangat terbatas. Di sisi lain jumlah desa yang harus dilayani cukup banyak dan menyebar di 13 kecamatan.

 

“Untuk menambah truk pengangkut air, kita sedang menyiapkan potensi penyewaan truk tangki tambahan. Dan sebagai solusi antara kita, akan gunakan kombinasi tandon BPBD dan truk non tangki untuk titik-titik yang medannya memungkinkan atau tidak sulit,” kata Emil saat dihubungi.

 

Dengan penambahan armada pengangkutan diharapkan akan mempercepat proses pendistribusian bantuan kepada warga yang mengalami krisis air. Emil meminta penanganan bencana kekeringan dilakukan lebih intensif, karena jumlah warga yang terdampak tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu.

 

“Kami memetakan semua sumber air yang paling tepat lokasinya utk setiap radius wilayah pelayanan,” ujar Emil.

 

Di sisi lain , orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini juga melakukan koordinasi dengan PDAM setempat menyangkut proses strategi penanganan kekeringan. Sekaligus memastikan kondisi sumber air yang dimiliki perusahaan daerah masih cukup untuk melayani seluruh pelanggannya.

 

Sementara terkait optimalisasi penanganan bencana kekeringan, Bupati Emil menjelaskan sumber pendanaan juga akan memanfaatkan cadangan biaya tak terduga dengan disesuaikan melalui mekanisme yang berlaku.

 

Selain itu, untuk penanganan kekeringan Pemkab Trenggalek juga telah mendapatkan sokongan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini terjadi lantaran anggaran penyediaan air bersih yang ada di BPBD Trenggalek telah habis untuk membantu para korban kekeringan.

 

Sesuai data di BPBD, wilayah yang terdampak kekeringan mencapai 42 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan. Sebaran lokasi krisis air hampir merata di seluruh kecamatan pegunungan dan dataran, kecuali Kecamatan Gandusari. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.