Pemred Obor Rakyat Ditangkap Di Stasiun Gambir

Pemred Obor Rakyat Ditangkap Di Stasiun Gambir
Posted by:

Kabar5.com, Jakarta | Dua pimpinan Obor Rakyat, Darmawan Sepriyosa dan Setyardi Budiono, ditangkap tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus). Setyardi, yang juga Pemred Tabloid  Obor Rakyat, ditangkap saat hendak naik kereta ke Bandung.

“Setyardi ditangkap di Stasiun Gambir sebelum naik kereta ke Bandung,” kata Kapuspenkum Kejati DKI Nirwan Nawawi (Dikutip dari media Sumber), Selasa 8 Mei 2018.

Nirwan mengatakan keduanya merupakan buron Kejari Jakarta Pusat. Keduanya ditetapkan sebagai buron per 3 Mei 2018. Nirwan menjelaskan penangkapan keduanya bagian dari operasi tangkap buronan  (Tabur 31.1), yang digalakkan kejaksaan.

“Entah dia mau naik kereta untuk kabur atau apa kita tidak tahu, yang jelas mereka sudah kita tangkap dan kita eksekusi,” ujarnya.

Sedangkan Darmawan, dijelaskan Nirwan, ditangkap saat berada di sebuah kafe di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

“Untuk Darmawan ditangkap di kafe di Tebet pukul 16.00 WIB,” ucapnya. Keduanya ditangkap berdasarkan putusan pengadilan yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Pada pertengahan 2014, Setiyardi selaku Pemred Tabloid Obor Rakyat dan redakturnya, Darmawan dilaporkan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat. Tabloid itu disebarkan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di sejumlah daerah di Pulau Jawa, yang antara lain menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing.

Keduanya kemudian dihadapkan ke muka persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan melanggar Pasal 310 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Keduanya dijatuhi vonis 1 tahun penjara. Darmawan dan Setiyardi dinyatakan terbukti menghina Jokowi pada Pilpres 2014. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.