Penegakan Hukum Dinilai Masih Lemah Sebabkan Habitat Orang Utan Berkurang

Penegakan Hukum Dinilai Masih Lemah Sebabkan Habitat Orang Utan Berkurang

Kabar5.Com, Kalimantan | Hingga saat ini masih ada 450 individu orang utan yang berada di Pusat Reintroduksi Orang Utan Nyaru Menteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang belum bisa dilepasliarkan. 

Sulitnya mendapatkan hutan menjadi penyebab habitat orang utan menjadi susah untuk hidup dan berkembang di alam bebas.

Monterado Fridman dari Divisi Humas Pusat Reintroduksi Orang Utan Nyaru Menteng, menjelaskan saat ini ada 450 orang utan yang siap dilepasliarkan.

Tapi, masih tertahan dan belum bisa dilepasliarkan. Permasalahan yang dihadapi saat ini ialah sulitnya untuk mencari lokasi hutan yang merupakan habitatnya,” ujar Monteredo, Rabu 18 Oktober 2017.

Selain sulit mencari lokasi baru, maraknya izin konsensi dan penegakan hukum yang masih lemah merupakan kendala yang dihadapi Pusat Reintroduksi Orang Utan Nyaru Menteng. Sebelum dilepasliarkan, orang utan dipasangi dua buah cip.

Fungsinya untuk memantau keberadaan orang utan di hutan dan data diri satwa tersebut. Dua cip yang dipasang di tubuh orang utan ini bisa bertahan selama lima tahun.

Jadi kita bisa terus melakukan pemantauan terhadap orang utan yang kita lepasliarkan di dalam hutan,” jelasnya.

(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.