Pengakuan Pilu Orangtua Siswa SD yang Tewas

Pengakuan Pilu Orangtua Siswa SD yang Tewas

Kabar5.Com, Garut | Perkelahian antarsiswa SD di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut ini begitu memilukan. Salah satu pelajar kelas 6 SD inisial FNM 12, tewas setelah terkena sabetan benda tajam diduga milik HKM 12.

Ayah korban, Feri 38, mengisahkan detik-detik buah hatinya meninggal dunia pada hari sabtu pukul 12.00 WIB.

Ia dan istrinya, Tuti Atmawati 32, langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian dan melarikan anaknya ke Puskesmas Cikandang, Kabupaten Garut.

Dalam kondisi setengah sadar, anaknya mendapat pertolongan pertama dan luka di kepalanya dijahit. Setelah itu, mereka memutuskan membawanya ke rumah di Desa Barukai, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Saat di rumah, kondisi anaknya terus memburuk. Di beberapa bagian tubuhnya terlihat luka lebam, wajah dan pinggang. Pada pukul 15.00 WIB muntah dan kejang.

Karena khawatir, ia membawa anaknya ke klinik IGD di Kecamatan Cikajang. Namun, saat dirawat, buah hatinya tidak sadarkan diri. Ia dan istri memutuskan untuk membawa kembali ke rumah.

Keesokan harinya, tepat pada pukul 10.00 WIB, FNM kembali mengalami kejang, dada mendenyut kencang, dan mendengkur tak beraturan, hingga keluar busa bercampur darah.

“Di perjalanan anak saya sudah tidak bernyawa,” kata Feri sambil berkaca-kaca, 25 Juli 2018.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun, FNM dan teman sekelasnya yang berinisial HKM sempat berkelahi di belakang gedung Sekolah SDN 1 Cikandang, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Namun berhasil dilerai oleh teman-teman lainnya.

Setelah berhasil dilerai, kemudian FNM bersama rekan-rekannya bergegas pulang ke rumah masing-masing melintasi jalan di belakang sekolah.

Saat di perjalanan menuju rumahnya di Kampung Barukai, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, FNM dibuntuti oleh HKM yang kemudian melukai kepala belakang dengan gunting.

Akibatnya, korban FNM seketika tersungkur dan sempat ditolong oleh teman-temannya yang sama hendak pulang.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, mengungkapkan, kronologis kejadiannya ialah saat pelaku kehilangan bukunya pada hari Jumat, dan keesokan harinya  buku HKM ada di bawah meja belajar korban.

“Selepas jam pelajaran sekolah, HKM secara terang-terangan menuduh korban yang mencuri buku miliknya dan diduga awal mula alasan pertikaian karena hal tersebut,” ujarnya.

Hasil forensik menunjukkan korban mengalami luka sayat di kepala dan punggung. Berdasarkan pengakuan HKM, saat berkelahi di Kawasan Babakan Cikandang dia mengeluarkan gunting yang ditaruh di tas lalu mengarahkan benda tajam itu ke arah kepala dan badan FNM.

Setelah pertikaian tersebut, orang tua FNM sempat merujuk anaknya ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan khusus. Namun nahas nyawa korban tidak tertolong, dan mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.

Keluarga pelaku tidak berani melapor ke polisi sehingga yang bersangkutan dijemput dan dibawa petugas untuk melaksanakan penyidikan. Polisi mengamankan barang bukti berupa seragam korban dan gunting. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.