Pengungsi Asal Somalia, Ilham Omar Berhasil Duduki Kursi DPR Amerika Serikat

Pengungsi Asal Somalia, Ilham Omar Berhasil Duduki Kursi DPR Amerika Serikat
Pengungsi Asal Somalia, Ilham Omar Berhasil Duduki Kursi DPR Amerika Serikat

Kabar5.Com, Amerika Serikat | Rekor bersejarah baru saja pecah setelah pengungsi asal Somalia berhasil menduduki kursi DPR Amerika Serikat.

Partai Demokrat telah dipastikan menang 219 kursi dari total 435 kursi, tentu saja pengungsi asal Somalia, Ilham Omar masuk menjadi salah satunya.

Ini menjadi rekor yang bersejarah dalam dunia politik Amerika Serikat karena Ilham Omar menjadi wanita muslim pertama yang berhasil duduki kursi DPR Amerika Serikat.

Ilham Omar mewakili Negara Bagian Minnesota dengan meraup 78,4 persen suara.

Tentu saja ini pencapaian yang luar biasa bagi perempuan berusia 36 tahun ini yang datang ke Amerika Serikat 20 tahun lalu.

Lalu seperti apakah sosok Ilham Omar yang berhasil pecahkan rekor bersejarah ini?

Ilham Omar merupakan lulusan Sarjana Ilmu Politik dan Studi Internasional di North Dakota State University.

Kehidupan Ilham Omar tidaklah mudah.

Pada usia 8 tahun ia dan keluarganya melarikan diri dari perang saudara yang terjadi di Somalia.

Ia bahkan sempat hidup di kamp pengungsi di Kenya sebelum akhirnya tinggal di Amerika Serikat.

Perjalanan Omar Ilham untuk duduki kursi DPR Amerika Serikat juga tidak mudah.

Ia mengawali karirnya di University of Minnesota sebagai edukator nutrisi pada tahun 2006-2009.

Karirnya di bidang nutrisi bertahan hingga tahun 2013.

Ilham Omar mengawali karir politiknya dengan membantu kampanye Andrew Ilham untuk menjadi Dewan Kota Minneapolis.

Tahun 2014 saat terjadi kekerasan di Minneapolis, Ilham Omar turut diserang oleh lima orang pemberontak dan mengalami beberapa cidera.

Banyak prestasi serta penghargaan yang diterima oleh Ilham Omar, termasuk tampil pada cover majalah Time dengan julukan ‘Pertama: Wanita yang mengubah dunia’.

Kini Ilham Omar telah berhasil duduki kursi DPR Amerika Serikat, membungkam Donald Trump yang kerap membuat kebijakan yang tidak masuk akal. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.