Petani Resah Pupuk Langka

Petani Resah Pupuk Langka

Kabar5.Com, | Menjelang pelaksanaan musim tanam, petani mulai resah dengan distribusi pupuk. 

Di Tuban, Jawa Timur, sempat terjadi aksi penghadangan truk bermuatan pupuk yang dilakukan sekelompok petani, Minggu 29 Oktober 2017.

Aksi itu dipicu kekhawatiran mereka tidak memperoleh pupuk bersubsidi seperti tahun sebelumnya. Sejauh ini jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Tuban telah tersalurkan sebanyak 85%.

Iya itu karena mereka khawatir tidak mendapatkan pupuk,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtaji.

Menurut dia, petani trauma tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi seperti tahuan sebelumnya sehingga nekat menghadang truk yang mengirimkan pupuk.

Padahal tahun ini kendalanya karena terbatasnya jumlah armada yang mengirim truk sehingga pupuk tidak datang tepat waktu.

Ini armadanya terbatas, bukan karena pupuk langka,” kilahnya.

Murtaji juga menjelaskan tahun ini Pemkab Tuban mendapatkan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 114.337 ton.

Dari jumlah itu, 85% sudah tersalurkan ke petani.

Dinas pertanian juga telah mengajukan tambahan alokasi pupuk pada dinas pertanian provinsi dan mendapatkan 3.700 ton.

Untuk alokasi cadangan mendapatkan jatah 19 ribu ton.

Jadi sebenarnya pupuk tidak langka,” tegasnya lagi.

Keresahan juga dialami para petani di Aceh. Krisis pupuk bersubsidi terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Aceh Tenggara, dan Kabupaten Singkil.

Petani meminta pemerintah atau pihak terkait segera mengatasi krisis pupuk bersubsidi jenis NPK yang langka di pasaran.

Kami diminta segera menanam, tetapi pupuk belum ada di pasaran” kata Nasir, tokoh petani di Pidie.

Kelangkaan itu ditengarai karena kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Pidie tidak mencukupi, yakni dari kebutuhan 9.500 ton per sekali musim tanam, dengan luas lahan sawah 29 ribu hektare, tetapi kuota yang diberikan pemerintah hanya 4.500 ton.

Itu untuk sekali tanam, padahal sebagian lahan sawah di Pidie dibajak dua kali dalam setahun,” tuturnya.

Metode demfarm

Pada bagian lain, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai mengendalikan hama wereng batang cokelat di kawasan endemik organisme pengganggu tanaman.

Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan demonstrasi farming (demfarm) di lima kecamatan, yakni Karanganom, Delanggu, Wonosari, Prambanan, dan Karangdowo.

Demfarm itu untuk mewujudkan budi daya tanaman padi sehat.

Kepala DPKPP Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan demfarm di lima kecamatan telah dimulai pada akhir Oktober, dengan luas total 500 hektare.

Untuk budi daya tanaman sehat itu, Kementerian Pertanian membantu benih varietas inpari 33 sebanyak 12.500 kilogram.

Metode demfarm ini untuk mengembalikan kesuburan tanah. Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan berupa kapur pertanian dan kompos.

Di Bangka Belitung, untuk menekan harga neras dan menggairahkan daya beli masyarakat di pesisir dan pulau terpencil, pemprov se-tempat menggelar operasi pasar.

Kepala Dinas Pangan Pemprov Babel Ahmad Damiri mengatakan operasi pasar kali ini mengalokasikan beras kualitas medium sebanyak 250 ton. Damiri menambahkan, selain beras, akan dilakukan pula operasi pasar gula. (red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.