Polisi Tangkap Pak Ogah yang Pungli ke Supir Truk

Polisi Tangkap Pak Ogah yang Pungli ke Supir Truk

Kabar5.Com, Bekasi | Polisi menangkap enam pak ogah yang berlagak seperti preman di Kota Bekasi. Mereka sehari-hari diduga memalak supir truk muatan sehingga menimbulkan keresahan, 8 September 2018.

“Saya pagi ini baca berita. Saya langsung teruskan link berita itu ke Kasat Reskrim Polres Kota Bekasi. Kemudian ditindaklanjuti dan ternyata berhasil diamankan para pelakunya,” kata Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto.

Hasil tindak lanjut dari informasi itu, jajaran reserse Polres Kota Bekasi menangkap AS 41, NF 34, FS 36, S 49, W 33, dan RW 42. Keenamnya ditangkap di tempat kejadian perkara lampu merah Pondok Ungu dan Gerbang Harapan Indah, Kota Bekasi.

“Ini kan keluhan yang langsung dirasakan masyarakat. Kalau langsung direspons cepat, masyarakat akan merasa terayomi. Ini menyangkut upaya Polri untuk mewujudkan rasa aman di masyarakat,” ujar Arief.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa air mineral yang dijadikan sebagai alasan pemerasan terhadap supir truk, di mana para korban dipaksa membeli dengan harga tak wajar.

Sebelumnya diberitakan aksi preman pungli di pertigaan Jalan Raya Sultan Agung-Kali Abang, Harapan Indah Bekasi, Medan Satria, Kota Bekasi, meresahkan warga, terutama sopir truk. Sopir yang melintas di lokasi kerap diminta paksa memberikan sejumlah uang kepada para pelaku.

“(Memalak) truk iya, yang ada muatan juga (pikap dan mobil boks, red),” ujar Aris, pedagang mi ayam.

Ada 3-5 orang preman yang kerap memalak uang dari sopir-sopir truk. Mereka sering memaksa saat meminta uang kepada sopir yang melintas di lokasi.

“Agak maksa sih, mereka minta kadang sama sopir, kadang minta di warung ngambil rokok gitu. Katanya kalau malam suka maksa sih,” tuturnya.

Menurut Aris, modus para pelaku adalah memaksa para sopir membeli air mineral. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.