Ponsel China Masuk Melalui Pelabuhan Tikus Banten

Ponsel China Masuk Melalui Pelabuhan Tikus Banten

Kabar5.com, SERANG | Penyidik Polda Banten masih melakukan penyelidikan masuknya telpon seluler (Ponsel) merek ternama produk Cina yang masuk ke Banten melalui jalur ilegal. Ribuan dus ponsel asal Tirai Bambu tersebut masuk melalui pelabuhan tikus di wilayah Banten.

Sebelumnya, pihak Subdit 3 Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Banten mengamankan tiga mobil minibus Daihatsu berisi telpon selular.

Tiga mobil tersebut berisi ratusan dus ponsel ternama produk China. Ponsel yang masuk dari Sumatera ke Pulau Jawa tersebut dicurigai menyimpan benda mencurigakan.

Di kantor BNNP Banten Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, semua produk ponsel dalam mobil detektor narkoba. Setelah semua produk ponsel tersebut dicek melalui pendeteksi narkoba, tiga kendaraan tersebut langsung dibawa ke Mapolda Banten.

Selasa 24 April 2018 siang, setelah transit di gedung Resmob Polda Banten, Jalan Serang – Pandeglang , Kelurahan Sempu, Kecamatan Serang, Kota Serang, tiga kendaraan bersama sopir dikawal ketat oleh petugas menuju kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten.

“Iya kita cek terlebih dahulu di sini. Memang barang ini dari Sumatera masuk ke sini (Banten),” kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Banten, AKBP Abdul Majid ditemui di kantornya, Selasa 24 April 2018.

Kasubdit 3 Jatanras Ditres Krimum Polda Banten, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan pihaknya selanjutnya menyerahkan ponsel tersebut kepada pihak Ditres Krimsus Polda Banten. “Tangkapan kita serahkan ke Krimsus karena bukan domain Krimum,” kata Sofwan.

kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu kepada wartawan, “Barang itu (Ponsel) masuk bukan dari pelabuhan resmi. Tapi masuk melalui jalur pelabuhan tikus. Itulah yang kemudian dari pihak Krimum dilimpahkan kepada Krimsus untuk menyelidiki lebih lanjut. Kaitannya memang dengan izin perdagangan. Masih diselidiki. Memang dokumennya tidak lengkap,” Kamis 26 April 2018.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim belum bisa memberikan tanggapan. (red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.