Presiden Harus Perhatikan Pembangunan SDM Angkatan Kerja

Presiden Harus Perhatikan Pembangunan SDM Angkatan Kerja

Kabar5.Com, Jakarta | Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) diminta tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga memperhatikan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Belum maksimalnya pembangunan kualitas SDM dianggap menjadi sebab masih tingginya ketimpangan sosial. Menurut Direktur Eksekutif International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Sugeng Bahagijo, Jokowi harus mulai membangun kualitas SDM salah satunya dengan memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK).

Jadi kalau saya lihat itu Kementerian Tenaga Kerja dan Perindustrian dan Mendiknas harusnya bersatu untuk menyambungkan antara SMK, BLK, dan industri,” kata Sugeng dalam Seminar yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

Salah satu tolak ukur kesenjangan sosial adalah indeks gini rasio. Nilai indeks gini rasio Indonesia pada Maret 2017 sempat mencapai angka 0,393, turun dari 0,414 di September 2014.

Semakin rendah nilai indeks gini rasio, maka tingkat kesenjangan sosial semakin mengecil.

Menurut Sugeng, pemerintah harusnya bisa memperkecil kesenjangan jika pelatihan dan sarana magang bagi anak-anak muda diperbanyak. Ia berkata, ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM angkatan kerja.

Tambah dana, kasih dukungan regulasi, kasih dukungan dana kepada hal-hal yang sudah baik seperti BLK Kemnaker, BLK 1-2 SMK yang sudah bagus,” katanya.

Penambahan BLK dan dana untuk mengakomodasi kebutuhan anak muda dinilai dapat mendukung program Jokowi yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran.

Sugeng menilai, pembangunan daerah pinggiran dan desa penting dilakukan. Tetapi, masyarakat di sana harus diperhatikan juga minat dan kemampuannya, agar tidak kalah bersaing dengan masyarakat lain.

Yang penting menyentuh kebutuhan orangnya dia butuh sekolah, pelatihan, dia mau belajar musik, apa saja ya. Kalau bisa dana desa investasinya masuk ke tenaga kerja jadi pelatihan vokasi, instruktur pelatihan vokasi, itu harus ditumbuhkan,” kata dia.

(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.