Proyek Baru Tak Melibatkan Masyarakat, Karang Taruna Anyer Kecam Chandra Asri

Proyek Baru Tak Melibatkan Masyarakat, Karang Taruna Anyer Kecam Chandra Asri
Posted by:

Kabar5.com, Serang | Ketua Karang Taruna Kecamatan Anyar Eka Yulianto, menilai PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) bertindak semena-mena dan mengesampingkan masyarakat sekitar. Pasalnya, PT CAP saat ini tengah menjalankan proyek baru yang tak berizin dan tidak ada komunikasi kepada masyarakat.

Proyek New Polyethylene ini nantinya akan menghasilkan produk HDPE, LLDPE dan mLLDPE dengan kapasitas total 400.000 ton/ tahun dengan lokasi di belakang pabrik eksisting Chandra Asri di Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

“Chandra Asri hanya menilai kepentingan bisnisnya saja, sementara komunikasi dengan masyarakat diabaikan. Dia saat ini sedang membangun NPE Project yang baru. Belum lagi ada info juga sedang menyiapkan perluasan dalam pabrik, juga investasi Chandra Asri Perkasa. Projek-projek itu sama sekali tidak dikomunikasikan dengan masyarakat. Padahal, Chandra Asri merupakan industri yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan bahkan kesehatan masyarakat, karena Petrokimia ini berbahaya,” jelas Eka kepada wartawan, Rabu, 14 Maret 2018.

Ditambahkan Eka, dirinya menyayangkan terkait NPE Project yang sudah berjalan, padahal menurut informasi dari pemerintah bahwa perizinannya belum lengkap.

“Masa proyeknya sudah berjalan, padahal izinannya aja belum lengkap. Belum memiliki Amdal dan perizinan lainnya,” jelas Eka.

Sedangkan salah satu pengurus Karang Taruna Anyer, Angga, mengaku bahwa ratusan pemuda sudah menyiapkan rencana aksi unjuk rasa ke PT CAP untuk menolak keberadaan proyek-proyek baru pabrik kimia tersebut.

Pasalnya ditegaskan Angga, apa yang dilakukan PT Chandra Asri, jelas melanggar Undang-undang dan menyakiti hati masyarakat. Karena itu Karang Taruna mendesak pemerintah untuk menindak tegas dan menghentikan proyek tersebut.

“Jelas melanggar UU juga menyakiti hati masyarakat. Kami minta pemerintah segera menyetop projek NPE, jika tidak dihentikan kami akan menggelar aksi dan akan menyetop sendiri proyek tersebut,” tegas Angga.

Angga juga menilai bahwa pemerintah seharusnya tersinggung dengan pelanggaran yang dilakukan oleh industri.

“Bahkan kami akan menemui gubernur terkait hal ini. Kita sampaikan bahwa investor nakal ini harus mendapat sanksi tegas,” pungkas Angga.

Sementara Manajer Comunity Development PT CAP, Abraham Sinatrawan, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut hanya menjawab singkat.

Abraham yang diinformasikan akan ada aksi massa dari masyarakat Anyer, menegaskan bahwa hal tersebut hanya informasi yang salah paham.

“Itu hoax. Salah,” ujar Bram singkat melalui pesan whatsapp. (Rizki).

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.