Puluhan Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa

Puluhan Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa

Kabar5.Com, Jakarta | Terbakarnya puluhan kapal di Pelabuhan Benoa, Bali, disebabkan hubungan arus pendek listrik (korsleting). Investigasi ini dilakukan tim gabungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Korsleting disebut terjadi pada salah satu kapal yakni KM Cilacap Jaya Karya milik PT Arabikatama Khatulistiwa Fishing Industry (AKFI). Api kemudian menyambar cepat ke puluhan kapal lainnya.

“Indikasi penyebab informasi awal diduga disebabkan hubungna arus pendek. Ini menyambar deretan kapal lainnya, yang terbakar jumlahnya 36 kapal,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 17 Juli 2018.

Susi menyebutkan, 36 kapal tersebut dimiliki sejumlah pihak dengan rincian milik PT AKFI 5 kapal, PT Intimas Surya 7 kapal, serta PT Bandar Nelayan sebanyak 24 kapal. Namun, jumlah tersebut belum termasuk kapal perikanan, seperti speedboat.

Susi juga menyoroti jumlah kapal di Pelabuhan Benoa yang mencapai 700 kapal. Jumlah ini menurut Susi melebih kapasitas pelabuhan.

“Dari beberapa analisa adalah bahwa jumlah kapal yang ada di Pelabuhan Benoa melewati ambang kapasitas daripada pelabuhan di Benoa tersebut. Jadi total kapal yang ada di Pelabuhan Benoa saat terjadi kebakaran ada 700 lebih kapal, tidak lebih dari 800,” sambungnya.

Kelebihan kapasitas daya tampung pelabuhan menurut Susi terjadi karena ada kapal eks asing yang belum juga kembali ke negara asal. Ada juga kapal yang tidak diakui kepemilikannya.

“Total 173 kapal eks asing yang seharusnya setelah dianalisis dan evaluasi mereka harusnya diderek dan pulang kembali. Namun banyak juga yang memang sudah tidak diakui pemiliknya,” ujarnya.

Karena itu, ada rencana menderek kapal – kapal eks asing yang berada di Pelabuhan Benoa dan memusnahkan kapal yang tidak diakui pemiliknya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.