Puluhan Ribu Guru Selandia Baru Gelar Unjuk Rasa

Puluhan Ribu Guru Selandia Baru Gelar Unjuk Rasa

Kabar5.Com, Selandia Baru | Puluhan ribu guru di Selandia Baru menggelar unjuk rasa yang pertama dalam 20 tahun terakhir. Unjuk rasa ini bertujuan memprotes kebijakan fiskal pemerintah dan menuntut kenaikan gaji, 15 Agustus 2018.

Nyaris 30 ribu guru Sekolah Dasar (SD) di berbagai wilayah Selandia tidak masuk kerja pada Rabu, 15 Agustus 2018 waktu setempat dan memilih ikut unjuk rasa. Aksi protes semacam ini merupakan yang pertama dalam setidaknya 20 tahun terakhir di Selandia Baru.

Di sisi lain, aksi ini membuat para orangtua murid kelimpungan mencari tempat penitipan untuk anak-anak mereka, yang berusia 5-13 tahun. Diperkirakan ada sekitar 400 ribu anak yang ‘telantar’ karena guru mereka tidak mengajar.

” Para guru dan kepala sekolah memilih unjuk rasa seharian penuh…untuk mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah bahwa tawaran kesepakatan kolektif saat ini dari Kementerian Pendidikan tidak akan memperbaiki krisis dalam pengajaran. ” tegas Louise Green selaku ketua perunding NZEI, serikat yang mewakili para guru.

Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern yang baru berkuasa selama sembilan bulan, usai mengakhiri dominasi Partai Nasional selama satu dekade terakhir, telah menjanjikan kucuran dana untuk layanan sosial dan mempersempit kesenjangan.

Disebutkan NZEI dalam pernyataannya, pihaknya telah meminta kenaikan gaji bagi guru sebesar 16 persen untuk dua tahun. Namun pemerintah Selandia Baru menawarkan kenaikan gaji mulai dari 6,1 persen hingga 14,7 persen, bergantung pada pengalaman, untuk tiga tahun.

Aksi protes ini digelar menyusul unjuk rasa para perawat secara nasional selama seharian penuh pada Juli lalu, juga serangkaian aksi protes lebih kecil dari berbagai pegawai pemerintah. Semua aksi protes itu menantang pemerintahan PM Ardern.

Di tengah unjuk rasa di luar gedung parlemen ini, PM Ardern muncul mengejutkan bersama sejumlah menterinya.

” Tidak ada Anda dan kami, hanya ada kita. Satu-satunya poin yang kita ambil adalah sangat disayangkan terkadang perubahan radikal membutuhkan waktu. Jadi saya ada di sini hari ini untuk meminta Anda berupaya bersama kami sambil kita mencoba dan maju ke depan. ” tegasnya.

Pertumbuhan gaji di Selandia Baru sangat lamban selama beberapa tahun terakhir, meskipun ada lonjakan harga rumah yang membuat kelas pekerja berjuang keras. Pemerintahan Selandia Baru sendiri juga berjuang menghadapi kepercayaan bisnis yang meredup, yang turun ke level terendah dalam satu dekade terakhir.

Sementara itu, Partai Buruh telah menjadikan kenaikan gaji pekerja sebagai pusat kebijakannya. Salah satunya dengan menaikkan upah minimum per jam sebanyak 5 persen menjadi NZ$ 16,50 pada April, untuk selanjutnya dinaikkan menjadi NZ$ 20 tahun 2021 mendatang. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.