Rusaknya Zona Inti Kesultanan Banten

Rusaknya Zona Inti Kesultanan Banten
Posted by:

Kabar5.com, Serang | Kawasan situs Kesultanan Banten atau yang kerap disapa Banten Lama, sebuah kerajaan Islam yang besar di jamannya, kini masih meninggalkan banyak jejak sejarahnya, seperti Masjid Agung Banten yang dibangun tahun 1152-1570 Masehi. Selasa 08 Mei 2018.

Ada pula Keraton Surosowan yang dibangun tahun 1522-1526, oleh Sultan Maulana Hasanudin, putra pertama Sunan Gunung Jati. Kebesaran namanya dulu, berbanding terbalik dengan kondisi saat ini. Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga lahan parkir kendaraan berada di zona inti Keraton Surosowan.

Di sekitar keraton pun terdapat aksi vandalisme. Rerumputan tumbuh subur di berbagai sisi, berdampingan dengan tumpukan sampah, bersumber dari pedagang maupun rumah tangga.

“Kalau kondisinya begini, enggak akan kondusif kalau (tidak) kita relokasi PKL (pedagang kaki lima),” kata Andika Hazrumi, Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Rabu 09 Mei 2018.

Masih ada persoalan lainnya, disekitar Keraton Surosowan yang harusnya menjadi areal dilindungi, pada sore hari, berubah menjadi lokasi anak-anak sekitar bermain sepak bola di zona inti situs sejarah.

Tak hanya itu saja, sejak memasuki situs Kesultanan Banten, kita akan banyak menjumpai pos retribusi yang tak resmi. Ditambah, kita dengan mudahnya bertemu peminta-minta dan kotak amal, yang biasanya di ‘tabuh’ keras oleh penjaganya.

Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 220 miliar untuk melakukan penataan kawasan situs Banten Lama.

Dimulai sejak tahun 2018 ini, dengan menggelontorkan uang APBD sebesar Rp 100 miliar. Akses jalan disekitar Keraton Surosowan, masih kerap dilewati kendaraan berat, seperti truk pengangkut pasir. Tak hanya itu, saluran irigasi peninggalan Sultan Banten pun dipenuhi sampah dan tak terawat lagi.

Lokasi parkir kendaraan roda empat atau lebih pun masih menggunakan zona inti dari keraton yang dihancurkan oleh Belanda itu. Kolam yang berada di depan Masjid Agung Banten, yang dulu dipergunakan untuk wudhu, airnya terlihat kotor dan tak bisa lagi dipergunakan untuk bersuci.

“Sekarang kan memang baru tahap revitalisasi kawasan inti, yang meliputi kawasan Mesjid Banten Lama,” jelasnya.

 (Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.