Saat Jokowi Disambut Sorakan Fasis Oleh Mahasiswa

Saat Jokowi Disambut Sorakan Fasis Oleh Mahasiswa
Posted by:

Kabar5.com, Serang | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mungkin akan sedikit kecewa dan kaget ketika kunjungannya ke Banten bakal mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa.

Pasalnya, dalam kunjungan terakhir ke Banten tepatnya di Lebak dan Pandeglang kedatangan Jokowi disambut hangat oleh masyarakat.

Namun Jokowi dan lupa bahwa yang dikunjungi kali ini adalah Kota Serang, Kota pergerakan mahasiswa yang tercatat pernah berhasil menumbangkan rezim Koruptor di Banten. Pergerakan ini diinisiasi oleh dua kampus pergerakan yakni UIN SMH Banten dan Untirta.

Hari ini pun, tepat di hari kedatangan Jokowi di Kota Serang, Aliansi Mahasiswa Banten yang terdiri dari DPC GMNI Serang, KAMMI Cab. Serang, NDP Banten, UMC Banten, KMS 30, E-Kom LMND Untirta, SAPMA Untirta, SAPMA UIN, KUMALA UIN, BEM KBM Untirta, DEMA-UIN SMH Banten menyatakan mosi tidak percaya terhadap rezim Jokowi- JK.

Dalam aksinya kali ini, mahasiswa menuntut pemerintah untuk menolak revisi UU MD3, RUU KUHP, MOU TNI-POLRI, hapuskan politik upah murah, wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis, reforma Agraria, dan kebijakan Kesehatan Indonesia tidak Pro Rakyat.

Disela-sela saat rombongan Jokowi melewati kampus UIN SMH Banten menuju alun-alun Kota Serang sebagai tujuan selanjutnya, mahasiswa dengan spontan dan kompak sempat meneriakan Jokowi Fasis, Jokowi Fasis, Jokowi Fasis, Jokowi Fasih. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan polisi.

Kordinator Aksi, Adnan Fathoni, mengatakan, kebijakan pemerintah kian hari menunjukkan watak anti rakyat. Berdikari secara ekonomi sudah sangat jauh dari harapan.

“Dimana rezim hari ini yang menjadikan bangsa Indonesia bagaikan barang obral untuk diperdaya. Pasalnya, kebijakan mempermudah Investasi asing dan tenaga kerja asing ditengah belenggu politik upah murah (PP 78) yang menindas rakyat buruh,” katanya.

“Lantas, bagaimana nasib-nasib anak bangsa yang ingin merubah nasib bangsanya,sementara sumber daya alam dan sumber daya manusia didominasi oleh asing?,” Imbuhnya.

​Ironisnya, salah satu Ajimat Revolusi Bung Karno yaitu Trisakti dikatakan menjadi konsepsi berpikir pemerintahan Jokowi-Jk diawal pemerintahannya.

“Jika sampai hari ini kebijakan ekonomi tidak dapat dikatakan berdikari, hal ini tidak terlepas dari politik luar negeri yang tidak berdaulat dimana keterlibatan Indonesia, di forum kapitalisme global seperti,WTO,G-20, IMF, dan lainnya,” ucapnya.

Hal ini dikatakan Adnan, mau tidak mau Indonesia harus berkiblat dan tunduk pada kebijakan global. Ditengah krisis kapitalisme semakin berkembang, si pemodal semakin berjaya berinvestasi dengan banyak pembangunan yang dilakukan sehingga memunculkan maraknya kasus konflik-konflik lahan di Indonesia.

Dilanjutkan Adnan, Reforma Agraria palsu yang dicanangkan hanya berwujud sertifikasi lahan belaka. Sedangkan dalam UUPA 1960 jelas mengandung pengertian bahwasanya Reforma Agaria merupakan pembaharuan/penataan ulang agraria terutama untuk rakyat kecil bukan pemodal, kepemilikan atas tanah dirombak menyeluruh bukan hanya sertifikasi belaka.

​Bangsa yang sudah kehilangan kepribadiannya, dengan berbagai permasalahan. Negara Demokrasi yang sudah kehilangan kelaminnya. Revisi UU MD3, hadir sebagai tandingan RUU KUHP Pasal penghinaan Presiden ditambah lagi Nota Kesepahaman TNI-POLRI yang membungkam demokrasi rakyat yang menunjukanwatak pemerintahan yang anti kritik.

“Keterbelakangan pribadi anak-anak negeri semakin menurun dengan hadirnya Pendidikan yang tidak membangun karakter nasional dimana dengan mahalnya biaya pendidikan,” ungkapnya.

“Dari segi kesehatan, dimana adanya BPJS menunjukkan masyarakat harus menabung dan saling mensubsidi untuk kesehatan mereka. Namun, bagaimana dengan rakyat kecil yang membutuhkan fasilitas kesehatan gratis ?,” tanyanya mengakhiri. (Rizki)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.