Samarinda Mustahil Bisa Swasembada Beras

Samarinda Mustahil Bisa Swasembada Beras
Tanam Padi bersama Kodim 0901 dan Dinas Pertanian.
Posted by:

Kabar5.Com, Samarinda | Target Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk dapat berswasembada beras pada 2017 tidak mungkin diikuti oleh Kota Samarinda.

Pasalnya, sejak tiga tahun terakhir, perkembangan penduduk Samarinda sangat pesat yang diikuti perubahan fungsi lahan, diantaranya untuk permukiman dan pertambangan. Sehingga saat ini lahan pertanian di Samarinda hanya tersisa 2.100 hektar.

“Samarinda tidak mungkin swasembada, kalau Kaltim masih mungkin karena ada Kabupaten Penajam, Paser, dan Kukar,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Samarinda, Marwansyah kepada Kabar5.Com, Minggu 2 Oktober 2016.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Samarinda, Marwansyah.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kota Samarinda, Marwansyah.

Dalam memenuhi kebutuhan pangannya, Samarinda sendiri harus mengandalkan pasokan beras dari wilayah tetangga.

“Untungnya ada Kukar, Penajam daerah tetangga yang saling menopang,” sebut Marwan.

Perubahan fungsi lahan pertanian menurut Marwansyah berakibat pada produksi padi yang hanya mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan sekitar 883 ribu jiwa masyarakat Samarinda.

Sehingga Samarinda tidak termasuk dalam program cetak sawah Kementerian Pertanian. Program cetak sawah di Kaltim saat ini oleh kementerian ditarget seluas 2.535 Ha yang terdiri di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) seluas 50 Ha, Kutai Kartanegara (85 Ha), Berau (900 Ha), dan Kutai Timur (1.500 Ha).

“Samarinda sudah penyempitan lahan sekarang hanya tersisa 2.100 hektar. Hanya mampu memenuhi kebutuhan 15-20 persen Samarinda,” katanya memungkasi.

Di Kaltim saat ini mengalami defisit beras sebanyak 112 ribu ton. Sementara provinsi lainnya di Kalimantan seperti Kalsel dan Kalbar tengah surplus beras. Kaltim dalam mencukupi kebutuhannya masih mendatangkan beras dari Makassar dan Surabaya.

Data BPS Kaltim, produksi padi Kaltim tahun 2015 turun 4,17 persen menjadi 408.782 ton dibanding tahun 2014 yang mencapai 426.567 ton gabah kering giling (GKG).

Sementara data dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kaltim, akibat kemarau panjang pada 2015 lalu, produksi pangan lokal Kaltim hanya 238.874 ton untuk ketersedian produk lokal atau hanya 61.69 persen dari kebutuhan pangan Kaltim sebesar 387.205 ton per tahun.

Kemudian data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim tahun 2015, produksi padi sawah periode Januari sampai dengan Desember tercatat 329.999 ton, padi ladang 78.783 ton dan padi sebanyak 408.782 ton. (Hery)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.