Penangkaran Benur Ilegal Senilai Rp 10 Miliar, Digrebek Mabes Polri

Penangkaran Benur Ilegal Senilai Rp 10 Miliar, Digrebek Mabes Polri

Kabar5.com, Serang | Sebuah rumah tak berpenghuni di Kampung Kosambi, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, diabdikan penangkaran benur atau bibit lobster secara ilegal.

Benur yang berjumlah 50 ribu ekor itu akan di ekspor secara ilegal ke Singapura, melalui jalur darat.

“Mengamankan sebuah rumah yang sudah tidak digunakan. Namun disalahgunakan untuk dijadikan gudang penampungan Benur Lobster, yang rencananya akan di kirim ke Jambi melalu jalur darat dan akan di kirim ke Seluruh,” kata Kompol Agung Yudadi Nugraha, Kepala Unit (Kanit) Tipidter Bareskrim Polri, diplomasi penimbunan benur, Senin 16 April 2018.

Nilainya sangat fantastis, diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Karena terindikasi merugikan pendapatan negara, subuh tadi, sekitar pukul 04.30 wib, tempat penangkaran itu di grebek Mabes Polri.

Petugas telah mengintai sejak 03 April 2018. Dimana, benur diperoleh dari nelayan yang berlokasi di Binuangen, Banten dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Benur sendiri sesuai Undang-undang (UU) perikanan nomor 45 tahun 2015, bahwa berat lobster dibawah 200 gram tidak boleh di ekspor.

“Sampai saat ini, baru kita lakukan pemeriksaan dan pengembangan, terhadap 10 orang terduga pelaku penyelundupan (benih) Lobster,” terangnya. (Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.