Seorang Suami Siksa Istri Dan Mertuanya di Malang

Seorang Suami Siksa Istri Dan Mertuanya di Malang

Kabar5.Com, Malang | Perbuatan M Gufron 43 di luar batas. Dia tega menyiksa istri sekaligus mertuanya sendiri. Polisi lebih cepat menangkap pelaku sebelum kabur ke luar Malang.


Gufron kini digelandang ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Aksi kejam Gufron terjadi pada 15 Juli 2018. Nur Rahmawati 27, istrinya sudah sebulan ini, memilih pulang ke rumah orang tuanya di Desa Karanganyar, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Siang itu, Gufron berniat menjemput korban untuk kembali pulang ke rumahnya di wilayah Poncokusumo. Tapi niat Gufron terhambat karena Istrinya justru menolak dan tak menggubris ajakan suaminya.

Ketika Gufron tetap memaksa, istrinya kabur menuju dapur. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Amarah Gufron memuncak, dia kemudian menyerang istrinya dengan sebilah pisau. Akibatnya istrinya mengalami sejumlah luka serius di bagian alis sebelah kanan, hidung, dahi, dagu sebelah kiri, pipi sebelah kiri, dan luka robek atau luka sayatan pada bagian jari manis sebelah kanan.

“Ketika mendengar pertengkaran. Umi Farida yang merupakan mertua pelaku, berusaha melerai. Saat itu Umi Farida sedang setrika pakaian. Pelaku kemudian merebutnya dan menempelkan pada bagian pipi korban (Umi Farida),” ungkap Kanitreskrim Polsek Poncokusuko Aiptu Risdianto di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, 17 Juli 2018.

Keributan semakin menjadi – jadi, teriakan kedua korban akibat luka yang dialami membuat Gufron panik. Dia kemudian memilih kabur meninggalkan lokasi.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu, langsung mendatangi rumah Umi Farida dan memberikan pertolongan. Sekaligus melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian setempat.

 

Perburuan terhadap Gufron dimulai. Tim buru sergap Polsek Poncokusumo menerima laporan korban, langsung menelisik jejak Gufron. Awalnya Gufron teridentifikasi berada di wilayah Blitar, polisi terus memburu pelaku. Hingga penyelidikan beralih ke wilayah Kediri, hingga akhirnya Gufron dapat ditangkap sebelum pelaku menghilangkan jejak ke wilayah Gresik.

“Kita berhasil menangkap pelaku, saat kabur ke luar Kota (Gresik),” tegas Andik.

Sejumlah barang bukti diamankan petugas, yang diduga kuat dipergunakan menganiaya kedua korban. Gufron sendiri mengaku kesal dengan istrinya. Usaha keras mencukupi kebutuhan keluarga tak dianggap oleh korban.

“Penanganan perkara kami limpahkan ke UPPA. Korban berjumlah dua orang, pertama adalah istri pelaku dan mertuanya,” ujar Andi. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.