Sopir Mobil Tangki Pengangkut BBM di Kendari Gelar Aksi Mogok Kerja

Sopir Mobil Tangki Pengangkut BBM di Kendari Gelar Aksi Mogok Kerja
Posted by:

Kabar5.Com, Kendari | Sebagai bentuk protes terhadap kebijakan PT Perusahan Listrik Negara (PLN Persero) Area Kendari, tentang pemberlakuan sistem denda keterlambatan pengantaran Bahan Bakar Minyak (BBM), puluhan sopir mobil tangki pengangkut BBM menggelar aksi mogok kerja, Jumat, 5 Mei 2017. Para sopir meminta agar sistem tersebut segera dihapus.

Menurut salah satu kordinator aksi, Jahuddin, para sopir merasa tertekan dengan pemberlakuan sistem denda tersebut. Sebab jeda waktu yang diberikan oleh pihak PLN relatif singkat.

“Kami merasa tertekan dengan pemberlakuan sistem itu. Makanya kami minta denda keterlambatan tiap menitnya dari PLN untuk segera dihapus. Karena jeda waktu yang diberikan relatif singkat,” ungkapnya.

Kata dia, para sopir akan dikenakan denda jika pengantaran BBM terlambat dalam seminit, seperti pengantaran BBM dari depot pertamina ke PLN Wua-wua. Waktu yang diberikan selama 35 Menit, jika dalam waktu itu pengantarannya terlambat semenit maka sopir akan dikenakan denda tersebut.

“Waktu yang diberikan dari depot pertamina sampai di PLN Wua-wua selama 35 menit, ketika lewat dari itu maka sopir akan diberikan denda. Begitu juga dari PLN Wua-wua ke PLN Lambuya terhitung dua jam untuk tangki 5 Ton dan 10 Ton, dan dua jam setengah bagi tangki dua puluh ton, terlambat semenit saja sopir akan dikenakan lagi denda,” ucapnya.

Sementara jumlah denda yang dikenakan bervariasi, tergantung jumlah muatan tangki yang dibawa oleh sopir.

“Bagi mobil tangki dengan muatan 5 Ton dendanya Rp 10 Ribu per menit, tangki muatan 10 Ton denda Rp 20 Ribu. Sedangkan untuk muatan 20 ton kita didenda Rp 180 Ribu per menit,” ujarnya.

Yang mengherankan, lanjutnya, jumlah penagihan denda para sopir diberitahukan setelah penagihan dilakukan. Sehingga para sopir menilai kebijakan tersebut tidak pro kepada mereka.

“Kami sudah pernah mengajukan nota keberatan terhadap sistem denda itu. Kami juga sudah pernah mengaduh kepada pihak perusahaan mobil tangki, agar pihak perusahaan menindak lanjuti kepada pihak PLN. Tapi pihak PLN tidak memberikan respon sampai sekarang,” pungkasnya. (Ikas)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.