Tangki SPBU Pertamina di Langkat Meledak

Tangki SPBU Pertamina di Langkat Meledak
Ilustrasi.

Kabar5.Com, Medan | Tangki penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 14.208.191 yang berada di Desa Paloh Manis, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meledak.

Akibatnya dua pekerja mengalami luka bakar cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, Kamis, 7 September 2017, menyebutkan, ledakan itu terjadi pada Rabu 6 September 2017 sekitar pukul 17:00 WIB kemarin. Ledakan terjadi saat kedua pekerja atas nama Kiki (32) dan Irfan (28), tengah melakukan pekerjaan pengelasan untuk pembuatan rangka besi penutup Mainhole (tutup tempat pengisian dan penyimpanan BBM ke Tangki bawah tanah).

“Tiba-tiba tangki yang berada di atas rangka itu meledak dan menyeburkan api dengan volume yang cukup besar sampai membuat Kiki dan Irfan terpental,” kata Mulkan, rekan Kiki dan Irfan.

Belum diketahui pasti apa penyebab ledakan dan semburan api itu, namun spekulasi yang berkembang, ledakan terjadi akibat percikan api dari pengelasan yang jatuh ke dalam tangki BBM yang terletak di bawah tanah.

Dimana di tangki tersebut masih terdapat sisa sisa BBM yang tidak bersih ketika tangki dibongkar dan diangkat keatas.

“Pekerjaan pembuatan rangka besi penutup Mainhole ini merupakan pekerjaan tahap akhir. Sebelumnya kami sudah membongkar tangki dan mengangkat tangki ke atas dengan menggunakan alat berat untuk mengelas titik yang diduga ada kebocoran. Kami juga sudah membersihkan bbm di dalam tangki tersebut sebelum mengelas,” ujar Mulkan.

Begitu melihat rekannya terbakar, Mulkan bersama sejumlah pekerja SPBU lainnya kemudian membawa kedua korban ke RS Pertamina Pangkalan Brandan untuk mendapatkan perawatan.

“Lukanya cukup serius. Mereka mengalami luka bakar. Sampai sekarang masih dirawat,” tukas Mulkan

Officer Communication & Relations PT Pertamina Marketing Operation Region I-Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia mengaku saat ini pihaknya bersama kepolisian tengah menginvestigasi penyebab insiden tersebut.

“Iya benar, ini tim kita dan kepolisian masih menginvestigasi penyebabnya, Lokasi ledakan sudah diberi garis polisi. SPBU tetap beroperasi dan tidak ada gangguan penyaluran BBM di sana,” ujar Arya.

Sementara untuk kedua korban, lanjut Arya, saat ini sudah dirujuk ke RS Bina Kasih Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Mereka sudah dirawat di RS Bina Kasih. Pengusaha SPBU bersangkutan yang akan menanggung pengobatan korban,” ujarnya.

 

(red)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.