Terobosan Mahasiswa UMM yang Lolos Ajang Inovasi Dunia

Terobosan Mahasiswa UMM yang Lolos Ajang Inovasi Dunia

Kabar5.Com, Malang | Setiap ban kendaraan, terutama angkutan barang memang harus diganti secara berkala. Biasanya ban untuk kendaraan angkutan barang masa berlakunya hanya dua tahun, bahkan kurang. Padahal harga masing-masing ban mencapai jutaan rupiah, 15 September 2018.

Berangkat dari keprihatinan karena borosnya borosnya pembelian ban baru tersebut, Haryo Widya Darmawan 24, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan sebuah konsep inovasi canggih bernama Tyrender.

 

“Alat ini untuk menurunkan temperatur berlebih yang timbul akibat gesekan ban dengan permukaan jalan. Fungsi finalnya untuk memperpanjang usia pakai atau service life ban,” ujarnya kepada.

 

Alat yang dirancang untuk meminimalisir pengikisan pada ban kendaraan ini terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didisain sedemikian rupa agar dapat menyemprotkan air secara otomatis ke permukaan ban ketika temperaturnya terasa mulai melebihi batas. Dengan demikian, usia pemakaian ban dapat lebih lama.

 

“Alat ini nanti akan dipasang di bawah fender atau spakbor dan tepat di atas ban. Saat temperatur ban mencapai suhu tertentu yang berlebih, nozzle akan menyemprotkan air dengan sistem spray hingga menyeluruh,” terang Haryo.

 

Setelah suhu kembali normal, lanjut Haryo, maka alat ini akan berhenti menyemprotkan air. Sebagai perumpamaan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat, alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat.

 

“Jadi secara otomatis, spray akan mati jika suhu sudah kembali,” tandasnya.

 

Tak disangka, dengan alat ciptaannya ini, Haryo terpilih mewakili Indonesia ke ajang inovasi tingkat dunia, yaitu International Invention Fair (SIIF) yang akan digelar di Seoul, Korea Selatan pada 6-9 Desember 2018 mendatang.

 

“Ada berbagai macam kategori, beberapa di antaranya construction, electric, hingga mechanical controller. Saya ikut mechanical controller. Ini peserta kompetisinya tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga ada yang berasal dari tenaga profesional berbagai perusahaan ternama,” bebernya.

 

Untuk itu, kini Haryo tengah fokus menyempurnakan rancangannya agar dapat memberikan performa terbaik saat ajang yang melibatkan peserta dari 30 negara di seluruh dunia tersebut.

 

“Pokoknya saya yakin saja dan memberi yang terbaik,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.