Tersandung Korupsi, Klub Sepakbola Cilegon Kesulitan Dana 

Tersandung Korupsi, Klub Sepakbola Cilegon Kesulitan Dana 

Kabar5.Com, Cilegon | Pernah tersandung korupsi pembangunan Transmart, yang juga menyeret Walikota Cilegon saat itu, Tb.Iman Ariyadi, klub sepakbola Cilegon United (CU) Football Club’ (FC), mengaku kesulitan mencari dana untuk berlaga di Liga II, 15 Oktober 2018.

Akibatnya, ratusan Volcano Mania, suporter CUFC, yang akan menyaksikan laga dengan Persik Karawang, menggeruduk kantor Walikota Cilegon, untuk membantu pendanaan di Liga II.

 

“Kita mau melihat pemerintah kita seperti apa. Ini namanya saja sudah membawa Koya Cilegon, bukan membawa nama perseorangan,” kata Sandi, Koordinator Volcano Mania, saat ditemui di kantor Walikota Cilegon.

 

Akibat korupsi yang dilakukan oleh Iman Ariyadi, tidak ada satupun industri di Kota Cilegon yang berani memberikan sponsorship ke klub sepakbola di ujung barat Pulau Jawa itu.

 

“Kita sadar tim kita di Cilegon ini banyak banget industri nya, mereka berdiri di Cilegon, tapi tidak ada tindakan apapun untuk mensponsori klub kita (CU),” jelasnya.

 

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariyadi, mengaku pemerintah tidak bisa lagi ikut campur dalam urusan pendanaan. Lantaran terbentur aturan persepakbolaan Indonesia.

 

“Dari segi finansial, itu sudah profesional, tidak boleh menggunakan dana pemerintah. Karena aturan sudah profesional, pemerintah tidak ikut campur,” kata Edi Ariyadi, di Kota Cilegon.

 

Sebelumnya di tahun 2017, Walikota Cilegon saat itu, Tb.Iman Ariyadi, menerima suap pembangunan Transmart sebesar Rp 1,5 miliar, dengan dalih penyaluran CSR.

 

Aliran dana suap ini pun dibenarkan oleh CRO Cilegon United, Yudhi Apriyanto, pada 24 Oktober 2017. Dana tersebut berasal dari aliran suap proses perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Transmart di Cilegon.

 

Juru bicara KPK Febri Diansyah pada 24 Oktober 2017 mengatakan, dalam pemeriksaan penyidik terus mendalami aliran dana suap PT KIEC dan PT Brantas Abipraya kepada Iman. Diduga suap untuk memuluskan Amdal Transmart itu disamarkan dalam bentuk dana Corporate Social Responsibility (CSR) Cilegon United Football Club.

 

Iman Ariyadi di vonis kurungan penjara enam tahun, oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Serang, Banten.

 

Selain pidana penjara, Tubagus Iman Ariyadijuga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 250 juta subsider tiga bulan penjara.

 

Tb. Iman Ariyadi dianggap melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 (1) KUHP.

 

Uang tersebut diberikan kepada Iman, agar memuluskan penerbitan surat rekomendasi kepada PT Brantas abipraya atau PTBA dan PT Krakatau industrial Estate Cilegon, untuk dapat mengerjakan proyek pembangunan mal Transmart tahun 2017.

 

(Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.