TNI AL Minta Keamanan Kolam Bergelombang Ditingkatkan

TNI AL Minta Keamanan Kolam Bergelombang Ditingkatkan

Kabar5.Com, Sidoarjo | Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) yang membawahi kolam renang Tirta Krida Lanudal Juanda meminta pengurus untuk meningkatkan keamanan di lokasi. Kolam renang ini mendadak viral karena airnya bergelombang bak tsunami beberapa waktu lalu, 3 Oktober 2018.

“Meski tidak ada kerusakan seperti keramik retak di dalam maupun dasar kolam, Komandan (Pangkodiklatal, Laksda TNI Darwanto, red) memerintahkan agar pengurus kolam renang meningkatkan pengawasan di sekitar kolam dengan mengecek beberapa bagian kolam,” kata Kabag Penerangan Kodiklatal, Letkol Laut (P) Khusus Agus Triawan.

 

Upaya peningkatan pengawasan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi prajurit maupun pengunjung kolam yang menggunakan kolam renang tersebut.

 

Sedangkan untuk pembentukan tim peneliti fenomena yang terjadi di kolam renang, Agus mengungkapkan pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan.

 

“Komposisi tim peneliti nanti seperti apa kami belum tahu. Untuk sementara arahan seperti itu (peningkatan pengawasan kolam),” tambah Agus.

 

Menurut Agus, tidak menutup kemungkinan bila TNI AL akan menggandeng beberapa pihak yang berkompeten untuk melakukan penelitian.

 

“Bisa saja, tapi komandan baru kembali dari Jakarta. Menunggu arahan beliau dan kalau ada perkembangan pasti kami info,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan gelombang air bak tsunami di Kolam Renang Tirta Krida, Jumat, 28 September 2018 lalu beredar luas. Video berdurasi 2.17 menit itu memperlihatkan deburan air di kolam renang padahal kolam sedang sepi dan tidak sedang terjadi gempa atau fenomena alam sejenis yang dapat memicu gelombang tersebut.

 

Kejadian itu langsung diklarifikasi Danlanudal Juanda Kolonel (P) Bayu Alisyahbana yang menegaskan jika di dalam kolam tidak ada alat pembuat ombak buatan.

 

Dalam siaran pers, BMKG menyebut di saat kejadian, sensor gempa di Stasiun Geofisika Tretes juga tidak mencatat adanya sinyal gempa. Dalam surat itu juga ditegaskan bahwa ombak yang muncul dari kolam renang bukan disebabkan oleh kejadian kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.