Tokoh Lintas Agma Berharap Pilpres 2019 Bebas Hoax Dan Sara

Tokoh Lintas Agma Berharap Pilpres 2019 Bebas Hoax Dan Sara

Kabar5.Com, Jakarta | Tokoh lintas agama berharap Pemilihan Presiden 2019 nanti bebas berita bohong atau hoaks. Mereka juga berharap agama tidak dipakai alat untuk mengejar kekuasaan, 13 Oktober 2018.

Harapan tersebut mereka sampaikan dalam gelaran “Dialog Peradaban Lintas Agama” yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta. Rohaniawan Katolik Franz Magnis Suseno mengatakan harapan disampaikan supaya pesta demokrasi yang diselenggarakan 2019 nanti tersebut bisa berjalan aman, tenang dan damai.

 

“Sekali lagi kami berharap, berkaitan dengan agama jangan digunakan sebagai alat politisasi,” katanya.

 

Selain berharap tidak ada hoaks dan politisasi agama, ia juga berharap pada Pemilihan Umum 2019 nanti, masyarakat Indonesia bisa cerdas dalam menangkap dan menyaring setiap informasi yang mereka terima. Ia meminta masyarakat tidak menelan mentah- mentah setiap informasi sensitif yang mereka terima.

 

Harapan tersebut ia sampaikan terkait kasus berita bohong soal penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu. Yenny Wahid, puteri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid mengatakan hoaks bisa ditangkal jika masyarakat pandai dalam menyaring informasi.

 

“Artinya apa, ketika orang imunitasnya tinggi, maka virus yang masuk bisa tangkal. Nah adanya harmoni dan dialog antar umat beragama itu salah satu cara untuk memastikan bahwa ada resiliensi di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Yenny.

 

Yenny mengatakan agar masyarakat tidak mudah tertipu hoaks,  para pemuka agama perlu semakin mengeratkan tali silaturahmi diiringi komitmen untuk membimbing umat masing-masing umat mereka agar tidak gampang terprovokasi. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.