Usaha Mainan Mobil-Mobilan Kayu Terhempas Modernisasi

Usaha Mainan Mobil-Mobilan Kayu Terhempas Modernisasi
Posted by:

Kabar5.com, Jakarta | Berbagai macam replika mobil berwarna-warni terpajang di kios sisi barat Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata, Jakarta Selatan. Marsa’ad alias Umar (76), sang pengrajin mobil-mobilan itu, duduk di sela tumpukan mainan buatannya menanti pembeli. Kendaraan terus berseliweran di jalan depan kiosnya.

Kios yang menjajakkan berbagai jenis mainan berbahan dasar kayu itu sudah ada sejak 1997. Umar mengakui jika akhir-akhir ini, mainan tersebut peminatnya mulai menurun, dibanding era 90 hingga 2000-an saat mainan kayu masih berjaya.

“Kadang sehari‎ bisa laku 20 sampai 30, kadang cuma lima, tapi ya ada saja,” tutur Umar, tengah pekan ini.

Dulu saat masih berjaya, Umar malah kewalahan menerima orderan. Ada dua kios yang menjajakan mainan kayu milik Umar di dekat TMP. Miniatur mobil, pikap, bus Metromini, mobil boks, bajaj, truk tanki, kontainer, bus Transjakarta hingga kereta api terpajang di situ. Ada juga kursi goyang berbentuk seperti kuda. Mainan itu terbuat dari kayu lalu dicat menyerupai bentuk aslinya.

Mainan kayu sangat populer di era 90-an hingga awal 2000-an. Selain mobil-mobilan, ada yoyo, gasing, gimbot dan monopoli yang digandrungi anak-anak kala itu. Belum lagi permainan tradisional yang berbeda-beda di daerah.

Tapi sekarang mulai terkikis dengan maraknya mainan modern yang serba praktis. Mainan-mainan impor dengan harga miring menguasai pasar. Belum lagi gadget dan games online yang mudah sekali diakses semua usia.

Namun, Umar yakin mainan buatannya tetap laku meski pembelinya tak seramai dulu. Setidaknya masih ada orangtua yang ingin membeli mainan kayu untuk anak-anaknya.

Mengingat dulu, Usaha Umar terus berkembang bahkan membuka cabang hingga ke Kalideres, Serang, Depok, Bekasi hingga Bogor. Dia menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya dari bisnisnya tersebut. Tapi sekarang seiring minimnya permintaan, usahanya mulai meredup. Kiosnya hanya tersisa dua di Kalibata.

“Nanti saya data, saya cariin enterpreneur muda yang bisa bantu ngelatih untuk diupgrade,” kata Ke

pala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta. “Saya cariin volunteer yang mau bantu. orang kaya gitu, enggak dibayar.”

Mobil-mobilan dari kayu diakui bisa menjadi lahan ekonomi bagi masyarakat. Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta berencana mengembangkan industri kecil tersebut.

Menurutnya Pemprov DKI akan mendorong pengrajin mobil-mobilan dari kayu agar membuat mainan yang kekinian juga sehingga disukai anak zaman sekarang. “Sekarang kan truk-truk, bisa saja nanti mobil ferrari yang dia bikin. Kekinian,” terangnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.