Wakil Gubernur Banten, Temui Peserta Aksi Di KP3B

Wakil Gubernur Banten, Temui Peserta Aksi Di KP3B

Kabar5.com, Serang | Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, menerima aspirasi warga Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, yang tergabung dalam Sarekat Perjuangan Rakyat (Sapar), yang meminta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLT-PB) dicabut izinnya.

Rendi Muhamd Yani, juru bicara Sapar mengatakan, masyarakat Kecamatan Padarincang, meminta agar Pemprov Banten menyampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk mencabut, dan menghentikan aktifitas pembangunan Geothermal, Alasan tersebut dikarenakan warga resah selama hampir 1 tahun akan dampak yang terjadi dari adanya pembangunan Goethermal di Kampung Wangun, Desa Batu kuwung, Kecamatan Padarincang.

Dalam pembangunan Geothermal dikatakan Rendi, banyak masyarakat yang tersakiti. Terlebih petani Wangun yang dibabat habis pepohonannya karena dipergunakan untuk wilayah tambang seluas 5 Hektare dan akses jalan sepanjang 5 km dengan lebar 12 meter, dan hasil investigasi di lapangan pihak perusahaan menambah pelebaran akses jalan selebar 10 m tanpa sepengatahuan para penggarap lahan,”Itu tidak sesuai dengan awal pembicaraan dengan Para pemilik lahan garap ( masyarakat ),” tegasnya.

Rendi menambahkan, warga sendiri telah merasa dibodohi oleh pihak pengembang dari Geotermal tersebut, dan aparatur setempat, lantaran ketika menanyakan aktifitas apa yang sedang dilakukan di lokasi, semua menjawab tidak tau. Padahal mereka mengetahui, pembangunan tersebut bersekala Nasional, “Ketika warga menanyakan ini ada apa ada alat besar, bilangnya buat lapangan bola, bilangnya untuk membuka pasar baru, untuk wisata, dan sebagainya. Masya Allah masyarakat disana sangat dibodohi,” ucap Rendi.

Lanjut Rendi, ia mengapresiasi atas keputusan dari pihak Pemrov Banten, ia menilai telah memenuhi 70% dari harapan masyarakat, walaupun keinginannya yaitu dapat menutup ataupun memberhentikan sementara, “Ini adalah proses perjuangan kita semua, meskipun proses perjalanan berat. Mulai dari malam, penggebosan dan segala macamnya. kita umpet – umpetan dan Saya tidur di kolong meja karena takut dikejar-kejar aparat, tadi sampai di Paleuh kita dijegal gak boleh ke serang, terus Kita 3 jam disana mulai dari jam 9 menunggu, dan Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Andika Hazrumi saat ditemui peserta aksi mengatakan, Ia tidak mau menentukan kebijakan diluar kemauan masyarakat Banten sendiri,”Setelah dicek Izin Eksplorasi Geothermal dilakukan sebelum kepemimpinan Pak Wahidin dan Saya, serta Izin Eksplorasi tersebut dikeluarkan oleh Kementrian ESDM,”katanya.

Lanjut Andika, “Izin Geothermal itu akan habis pada tanggal 28 april 2018, Jadi ini ada kesempatan untuk kita mengajukan kepada Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), agar mencabut izin Geothermal tersebut, namun masyarakat juga harus membuktikan secara kongkret jika dalam pembangunannya tersebut dinilai banyak merugikan masyarakat.

Masih kata Andika,”Saya sebagai Wakil Gubernur Banten akan menghapuskan izin tersebut jika merugikan masyarakat, tapi Pemerintah Banten terbentur karena dalam peraturan tersebut yang berhak untuk mencabut izinnya itu Kementerian ESDM,”tuturnya.

Pihaknya mengatakan Pemprov Banten hanya bisa mengawal saja untuk memfasilitasi masyarakat yang datang ke kementrian ESDM agar supaya izinnya tersebut di cabut.”Setelah ini saya akan coba menghubungi Kementrian ESDM agar secepatnya meninjau kembali izin tersebut,”pungkasnya. (Fikram)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.