Warga Dari Lima RT, Tolak Kembalinya Kerajaan Ubur-ubur

Warga Dari Lima RT, Tolak Kembalinya Kerajaan Ubur-ubur

Kabar5.Com, Serang | Warga dari lima Rukun Tetangga (RT) bersama Kepala Rukun Warga (RW), berembuk menentukan kehadiran Kerajaan Ubur-ubur dilingkunganya, 16 Agustus 2018.

Warga Lingkungan Sayabulu di RW 07, Kelurahan Serang, Kota Serang, sepakat menolak kembalinya Kerajaan Ubur-ubur hadir di lingkungan mereka.

 

” Kalau misalkan taubat, karena hidup di dunia, Allah saja maha pengampun. Tapi terlepas dari pada itu, warga bersepakat dengan segala hormat untuk tidak ada keberadaannya disini. ” kata Eman Suherman, Ketua RW 07, Lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten, usai melakukan rapat bersama warga dirumah RT 02.

 

Alasannya, meski telah meminta maaf saat diperiksa oleh pihak kepolisian dan media sosial (medsosnya) telah diblokir namun Aisyah membuat kembali akun medsosnya, menebar ujaran kebencian dan menyebarkan ajarannya, melalui Facebook bernama Maha Aina Dewi.

 

Bahkan, telah ada beberapa mantan pengikutnya mendatangi rumah yang dijadikan Kerajaan Ubur-ubur untuk melihat kondisi Aisyah dan Rudi, bahkan burung kicau yang ada di dalam  rumah tersebut.

 

” Harapan untuk MUI dan aparat keamanan, ini sudah jelaskan, bahkan bisa dikatakan, kaitannya dengan agama kita terusik. Harapannya diperparah hukumnya. ” ujarnya.

 

Hasil rapat warga pun dituangkan ke dalam sebuah surat berkop Pemerintah Kota Serang, Kelurahan Serang, Rukun Warga 07 Sayabulu.

 

Nomor : 009/RW.07SSB/VIII/2018

Perihal : Pernyataan keberatan upaya pengembalian pelaku ajaran sesat

 

Tertanggal 16 Agustus 2018

 

Ditanda tangani oleh lima RT, yakni RT 01 Syarifudin, RT 02 MT.Surya M, RT 03 Muhadi, RT 04 Sawitri, RT 05 Enjang.

 

RW 07 Eman Suherman lingkunhan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang yang telah distempel basah.

 

 

(Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.