Warga di Samarinda Luncurkan Program Arisan Bedah Rumah

Warga di Samarinda Luncurkan Program Arisan Bedah Rumah
Lurah Kelurahan Sambutan, Lina Puji Astuti (berhijab) bersama warga.

Kabar5.Com, Samarinda | Jika biasanya bedah rumah diperuntukan bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu melalui program pemerintah, maka di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ada warga yang bersepakat mengadakan arisan bedah rumah.

Program arisan bedah rumah itu diluncurkan dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Lurah Kelurahan Sambutan, Lina Puji Astuti.

“Alhamdulillah saya merasa sangat terbantu dengan ini, terutama untuk warga yang kesulitan dana untuk membangun rumah. Di Samarinda program arisan bedah rumah ini menjadi yang pertama kalinya,” ungkap Lurah Kelurahan Sambutan, Lina Puji Astuti kepada Kabar5.Com usai didaulat warga melakukan peletakan batu pertama di RT 26, Minggu, 24 September 2017.

Dari warga yang ada, menurut Lina, tidak semua warganya memiliki pekerjaan tetap dan berpenghasilan tinggi sehingga arisan bedah rumah dapat diadopsi oleh RT yang lain.

“Harapan saya kegiatan ini terus berlanjut dan dapat menular ke RT-RT yang lain. Karena kita tahu di daerah ini tidak semua masyarakat berpenghasilan tinggi,” katanya menjelaskan.

Lurah Lina Puji Astuti bersama warga.

 

Dilanjutkannya, rumah sebagai kebutuhan dasar masyarakat jika dapat diwujudkan akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

“Mudah-mudahan tidak hanya pra sejahtera tapi nanti bisa menjadi sejahtera satu, dua dan tiga,” katanya.

Dalam segi sosial, arisan bedah rumah di wilayahnya, kata dia, diharapkan menghilangkan kesenjangan.

Dengan heterogenitas etnis dan budaya yang ada di Samarinda, program arisan bedah rumah ini dapat menjalin kebersamaan antar warga,” imbuh perempuan berhijab itu.

Supriyadi Ketua RT 26 mengaku berterimakasih kepada lurah yang berkenan hadir dalam kegiatan launching arisan bedah rumah yang ia bidani bersama warga tersebut.

Ia pun mengatakan, tujuan utama dari program arisan yang dijalankan setiap dua bulan sekali itu dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan antar wargan.

“Agar warga yang multi etnis ini tidak ada perbedaan dan bisa menjalin kebersamaan, kekeluargaan dan keharmonisan. Karena pembangunan tanpa kebersamaan tidak akan tercapai,” tandas Supriyadi. (Hery)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.