Warga Menolak Keberadaan Ternak Ayam

Warga Menolak Keberadaan Ternak Ayam

 

Kabar5.com, Serang | Warga kampung Parigi Sidangalih, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, mengeluhkan keberadaan peternakan ayam milik PT. Charoen Pokphand Indonesia. Pasalnya, keberadaan perusahaan tersebut, membuat lingkungan masyarakat menjadi bau. Akibatnya, warga sekitar menjadi resah.

 

Ketua Pemuda sekaligus Koordinator Aliansi Masyarakat Persatuan Parigi mengatakan, perusahaan tersebut belum pernah melakukan sosialisasi secara masif terkait rencana pembangunannya kepada masyarakat. Sekalipun dilakukan sosialisasi hanyalah kepada beberapa orang tertentu.

 

Menurut koding, bukan hanya sosialisasi yang kurang, akitivitas perusahaan tersebut telah mencemari lingkungan sekitar, hal tersebut dibuktikan dengan aroma bau tak sedap yang dihirup warga setempat.

 

“Penolakan ini dilatarbelakangi sosialisasi yang tidak menyeluruh kepada warga, hanya melibatkan orang-orang tertentu,” kata Koding,10 Juli 2018.

 

 

Lebih lanjut, secara umum Penolakan tersebut didasarkan ketulusan untuk menjaga lingkungan. Sebab mereka tidak ingin 7 sampai10 tahun kedepan pencemaran lingkungan, ada dampak penyakit kusta, pernafasan, dan lalat menghampiri masyarakat.

 

“Dampaknya sudah terasa, dengan adanya bau tak sedap, akibat terlalu berdekatan dengan pemukiman,” tuturnya.

 

Warga pun sudah melakukan upaya dalam penolakan, salah satunya dengan menggelar aksi demontrasi di sekitar perusahaan tersebut pada minggu 8 Juli 2018, kemarin.

 

Masyarakat yang mengikuti aksi penolakan pencemaran PT. Charoen Pokphand Indonesia. mengancam, ‎jika kemudian aksi ini tidak dipenuhi tuntutannya, maka pihaknya akan menuntut kepada Bupati Serang untuk menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.

 

 

“Tuntutan kami adalah tutup permanen perusahaan itu, Usir cukong penjajah dari wilayah parigi, Kembalikan kesegaran & ketenangan, lingkungan parigi, ” tegasnya.

(Jana)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.