Warga: TNI Harus Jaga Bantuan untuk Sulteng

Warga: TNI Harus Jaga Bantuan untuk Sulteng

Kabar5.Com, Sulawesi Tengah | Sejumlah warga meminta TNI untuk terus aktif membantu bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, mengingat banyak sekali wanita dan balita yang menjadi korban bencana.

“Saya sangat mengandalkan TNI untuk menangani hal ini, karena didikan yang tegas dan sisiplin mereka pasti akan memahami kondisi dan beradaptasi dengan cepat sehingga bantuan akan cepat diterima,” ujar Meda Sari saat ditanya mengenai peranan TNI mengenai bantuan penanganan bencana sulteng dan HUT ke-73 TNI dari Jakarta, Rabu.

Meda mengharapkan dengan bertambah umur TNI yang ke-73, supaya menjadi sigap dan siaga jika terjadi bencana seperti ini.

Pada hari Minggu 30 September 2018  Menko Polhukam, Wiranto, mengungkapkan, TNI telah mengirimkan sedikitnya 2873 prajuritnya ke Sulawesi Tengah terutama untuk membantu warga di Palu dan Donggala.

Sedangkan Kepolisian Indonesia mengirimkan sekitar 2000 personelnya. TNI tidak hanya menyiapkan ribuan prajuritnya tapi juga sejumlah pesawat udara, kapal perang. Sedangkan Polri menyiapkan ribuan prajurit serta beberapa anjing pelacaknya untuk mencari korban yang masih tertimbun.

Disisi lain, Nabila Salwa mengatakan dengan banyaknya personel yang dikerahkan untuk membantu membuat korban lebih cepat ditemukan dan mungkin masih bisa teridentifikasi, kesigapan yang dilakukan oleh TNI dan Porli patut kita hargai dan bangkan.

Dengan banyaknya bantuan yang mengalir dan koordinasi yang baik maka proses paska gempa- tsunami yang terjadi akan berlangsung optimal dan harapan kedepannya diharapkan supaya TNI juga bisa selalu menjaga ketentraman bangsa dan menjadi panutan bagi yang lainnya? ujar Nabila.

Pada hari Selasa 2 Oktober 2018 , Presiden Joko Widodo mengunjungi lagi Palu dan Donggala bersama beberapa menteri untuk melihat kelanjutan proses pemberian bantuan kepada korban bencana alam serta tsunami di Sulteng tersebut.

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pimpinan tim satuan tugas yang bertanggung jawab menangani pemberian bantuan logistik dan lain-lain.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa 2 Oktober 2018 , telah mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal dalam musibah ini berjumlah 1234 orang. Namun BNPB memperkirakan masih ada sejumlah mayat yang belum ditemukan. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.