YLKI Menyayangkan Sikap Jasa Marga yang Tidak Kooperatif

YLKI Menyayangkan Sikap Jasa Marga yang Tidak Kooperatif

Kabar5.Com, Tangerang | Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyayangkan sikap PT Jasa Marga yang terkesan lepas tangan dan tidak kooperatif terhadap keluhan konsumen atau pengguna jalan tol. 

Menurut Tulus, seharusnya PT Jasa Marga selaku pengelola jalan Tol terbesar di Indonesia, bersinergi dengan pihak terkait untuk membantu keluhan yang diadukan oleh konsumen.

Jasa Marga tidak bisa bilang begitu. Harus sinergi untuk menyelesaikan kasus itu. Toh jasa tolnya kan dikelola oleh Jasa Marga,” kata Tulus saat dikonfirmasi melalui whatshapp, Selasa 12/September/2017.

Tulus juga menegaskan, pihak bank yang di sebut oleh Jasa Marga hanya mitra untuk memungut biaya atau transaksi jalan berbayar tersebut sedangkan pengelolaannya ada pada pihak Jasa Marga.

Pihak bank hanya sebagai mitra tol dalam memungut uang,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Gerbang Tol Karawaci- Bitung PT Jasa Marga, Slamet Priadi mengungkapkan, kesalahan yang mengakibatkan adanya transaksi tidak wajar pada penggunaan E-Tol di pintu gerbang Tol Karawaci, merupakan tanggung jawab dari pihak Bank Mandiri selaku rekanan PT.Jasa Marga Slamet menjelaskan, pihaknya hanya melakukan tugas oprasional tol Karawaci-Bitung.

Ya, bisa dibilang begitu, karena transaksi E-Tol itu melalui Bank Mandiri, jadi mereka yang mengetahui secara detail penyebab transaksi tidak wajar tersebut, jadi silahkan tanyakan hal itu ke pihak Bank,” kata Slamet kepada wartawan, Senin (11/9).

Ia juga menegaskan, adanya kelurahan dari pelanggan, merupakan catatan bagi pihak PT Jasa Marga terkait kerjasama dengan pihak Bank.

Bukan saja urusan bisnis, tapi pelayanan terhadap masyarakat juga menjadi perhatian bagi kami. Untuk itu, masukan ini merupakan catatan bagi kami,” jelasnya.

Sementara, Sangki Wahyudin yang merupakan korban pemotongan tidak wajar transaksi E-Tol di pintu gerbang Karawaci 2, mengaku kecewa terhadap pihak operator tol Jasa Marga, yang tidak dapat memberikan informasi yang ril terhadap hal tersebut.

Menurut Sangki, seharusnya selaku pihak operator yang bekerjasama dengan pihak ketiga, dapat menjelaskan lebih rinci adanya mis transaksi tersebut.

Seharusnya Jasa Marga tidak lepas tangan dan melempar permasalahan kepada pihak ketiga. Biar bagaimana pun ini berkaitan dengan pelayanan yang di sajikan oleh Jasa Marga kepada pengguna jalan tol, jadi seharusnya pihak Jasa Marga bersama pihaknya bisa segera menjelaskan bukan malah melempar bola,” kata Sangki.

Sangki juga mengaku dirinya dijadikan bola pingpong dan harus mencari kebenaran hal tersebut ke pihak bank sendiri tanpa di fasilitasi oleh pihak Jasa Marga.

Saya sangat menyayangkan pihak Jasa Marga yang kurang respon terhadap permasalahan, padahal ini kan jelas keluhan dari pelanggan tapi kenapa di suruh nyari informasi ke Bank padahal mereka itu kan ada kerjasama bisnis,” jelasnya.

Sedangkan pegawai Bank Madiri Cabang Cikokol Kota Tangerang, pada bagian pelyanan, Fitri Lustyaningsih mengaku belum bisa menjelaskan terkait permasalahan tersebut. Pihaknya masih harus melaporkan ke Pusat.

Soal transaksi E-Tol ada di visi nya khusus. Untuk masalah ini akan kami laporkan ke pusat, dan selambat selama 10 hari kerja baru bisa dikabarkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, salah seorang pengguna Jasar Marga di gardu tol Karawaci 2 bernama Sangki Wahyudin mengeluhkan Pelayana E-Tol.
Pasalnya, layanan E-Tol yang melibatkan pihak ke tiga tersebut mengurangi jasa pembayaran diluar tarip resmi.

Ia merasa dirugikan dengan adanya pemotongan nilai transaksi yang tidak wajar.

Kemarin Sabtu (9/9) sewaktu saya baru habis mengisi Top Up di Indomaret di Wilayah Harkit. Sebelumnya sisa pulsa yang ada, Rp 11.800 di isi Rp, 100.000 menjadi Rp, 111.800. tapi, pas saya lihat ko saldo saya berkurang banyak,” kata Sangki.

Ia yang tidak terima uang di kartu elektroniknya berkurang banyak, kemudian melaporkan ke pihak Jasamarga dan operator di lokasi.
Namun, ia tidak mendapatkan penjelasan yang rinci soal hilangnya uang miliknya tersebut.

Kemarin itu, saya di terima oleh Pak Sutrisno sebagai kepala ship. Tapi dia juga tidak tahu persis kenapa bisa terpotong, karena soal pemtongan di kartu pembayaran saya. Menurutnya di potong oleh pihak Bank Mandiri, jadi pihak bank yang lebih tahu,” pungkas Sangki.

(red)

 

Facebook Comments

Tags:

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.