6 Negara Dengan Waktu Puasa Terpanjang di Dunia

6 Negara Dengan Waktu Puasa Terpanjang di Dunia

Kabar5.Com, Ramadhan | Bulan Ramadhan telah tiba, umat Muslim di berbagai belahan dunia melaksanakan salah satu kewajiban Rukun Islam ini.

Tahun ini, bulan Ramadhan jatuh pada musim panas sehingga membuat rentang waktu puasa menjadi lebih lama, terutama di belahan utara Bumi.

  1. Greenland Pulau terbesar di dunia ini terletak di antara Atlantik Utara dan Samudera Artik. Alhasil, di musim panas ini umat Muslim yang tinggal di Greenland harus berpuasa selama 21 jam setiap harinya. Setelah berbuka puasa, mereka hanya memiliki waktu dua jam untuk mempersiapkan santap sahur. Tak hanya itu, dalam rentang awaktu dua jam itu mereka juga harus  menunaikan shalat Maghrib dan Isya.

  1. Norwegia. Norwegia terletak di Semenanjung Skandinavia tak jauh dari Lingkar Kutub. Negara yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia ini sering disebut sebagai ‘Tanah Matahari Tengah Malam. Bagi umat Muslim di sini, berpuasa selama Ramadhan menjadi tantangan tersendiri. Sebab, menahan lapar dan haus selama 20 jam bukanlah hal yang mudah dijalani.

  1. Finlandia. Rovaniemi, salah satu kota di negeri ini, terletal di wilayah yang ekstrem karena di musim panas matahari berpotensi bersinar selama 24 jam. Kondisi ini menimbulkan masalah tersendiri bagi umat Muslim yang berpuasa seperti Shah Jalal Miah Masud. “Sulit untuk berpuasa sesuai dengan waktu Finlandia dan amat melelahkan. Namun, bagi saya ini menyenangkan karena bisa mengamati hari-hari yang panjang selama Ramadhan di Finlandia,” kata Masud. Secara umum, umat Muslim Finlandia harus berpuasa selama 20 jam hingga matahari terbenam sekitar pukul 23.00.

  1. Inggris. Umat Muslim Inggris harus menjalankan ibadah puasa selama sekitar 19 jam sepanjang bulan Ramadhan. Alhasil, umat Muslim Inggris hanya akan memiliki waktu sekitar lima jam antara berbuka puasa hingga santap sahur. Jeda waktu yang terlalu pendek jika dibandingkan dengan bagian lain dunia seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara. Dewan Eropa bagian Fatwa dan Penelitian sedang memperlajari beberapa masalah terkait waktu puasa saat waktu siang hari menjadi sangat panjang. Pada 2014, Masjid Raya London menerbitkan kalender Ramadhan yang menetapkan waktu shalat subuh pukul 02.00, sedangkan shalat Maghrib dan untuk waktu berbuka puasa pukul 21.25 waktu setempat.
  2. Maroko. Ramadhan di Maroko identik dengan siang yang panjang dan panas sebelum tiba di waktu berbuka puasa pada malam hari. “Menjadi sebuah keberhasilan tersendiri jika berhasil menunaikan Ramadhan selama sebulan dengan menahan nafsu makan, minum, dan merokok,” kata Rahma, seorang mahasisiwi. Waktu untuk berbuka puasa di Maroko yaitu pukul 19.31 dan sahur pukul 03.38 pagi. Berarti berpuasa di Maroko memerlukan waktu 16 jam sehari.
  3. Hongkong. Musim panas sekaligus Ramadhan di Hongkong merupakan pengalaman yang berbeda. Wahyu, seorang Muslim mengisahkan pengalamannya berpuasa di negeri itu. “Hari pertama di Hongkong, cuaca panas walaupun sudah menjelang malam hari. Imbasnya, warga Hongkong mengakalinya dengan menggunakan pakaian minim,” kata Wahyu. Sebagai negara dengan jumlah umat Muslim sangat sedikit, maka di bulan Ramadhan warga Hongkong tetap makan dan minum seperti biasa. Waktu imsyak di Hongkong rata-rata adalah pukul 04.14 waktu setempat dan tanpa diiringi azan subuh. Sementara, waktu berbuka datang pada pukul 17.14 atau satu jam lebih lama jika dibandingkan di Indonesia. Sehingga puasa di Hongkong rata-rata berlangsung selama 15jam. (Red)
Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.