Bangkai Paus Raksasa Terdampar di Pesisir Pantai Maluku

Bangkai Paus Raksasa Terdampar di Pesisir Pantai Maluku
Bangkai Paus Raksasa Terdampar di Pesisir Pantai Maluku

Kabar5.Com, Maluku | Seekor  paus ditemukan terdampar di pesisir Pantai wisata Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku.

Hewan mamalia dengan panjang sekitar 18 meter dan lebar 1,5 meter itu ditemukan warga setempat dalam keadaan sudah mati pada Sabtu 12 Januari 2019. Penemuan paus raksasa ini pun sontak menghebohkan warga di desa tersebut.

“Banyak warga yang datang melihat (paus) di tepi pantai, malahan warga desa tetangga juga datang ke sini,” kata Ali, seorang warga, saat dihubungi dari Ambon, Minggu 13 Januari 2019.

Dia menjelaskan, paus tersebut ditemukan pertama kali oleh nelayan desa saat melaut di pantai tersebut.

Penemuan itu kemudian di sampaikan ke warga lainnya.

”Warga langsung heboh karena besar sekali ukurannya,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, bangkai paus itu masih terdampar di pesisir pantai sebelah barat desa tersebut. Kondisi bangkai paus itu pun mulai rusak.

“Masih di pesisir pantai, Cuma kondisinya sudah mulai rusak,” katanya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Mukhtar Amin Ahmadi mengatakan, berdasarkan laporan anak buahnya di lokasi kejadian, paus yang ditemukan itu berjenis paus biru(Balaenoptera musculus).

Mukhtar menyebut, sebelum terdampar, paus tersebut sebelumnya terlihat oleh warga pada tanggal 11 januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIT.

“Panjangnya itu 18 meter dan lebar 1,5 meter,” katanya.

Dia menambahkan, sesuai rencana, petugas BKSDA Resort Namlea bersama pihak berwenang lainnya akan melanjutkan identifikasi terhadap bangkai paus tersebut pada Senin.

“Direncanakan hari Senin petugas resor Namlea dengan Ibu Wiwit dari KKP menuju lokasi untuk identifikasi lanjut dan melakukan penanganan satwa tersebut,” ungkapnya. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.