Bawaslu Banten Jelaskan Evaluasi Pilkada Serentak

Bawaslu Banten Jelaskan Evaluasi Pilkada Serentak

Kabar5.Com, Serang | Pilkada serentak 2018 usai digelar, namun masih menyisakan pekerjaan rumah bagi para penyelenggara, salah satunya badan pengawasan pemilu ( Bawaslu) Banten dalam mengevaluasi beberapa pelanggaran yang terjadi pada kontestasi Pilkada, 18 Agustus 2018.

Salah satu Komisoner Bawaslu Provinsi Banten, Abdul Rosyid Sidiq mengatakan, Pilkada serentak dilakukan Empat kabupaten kota, namun tiga diantaranya diikuti oleh calon tunggal.

Ia menilai, dominasi calon tunggal mengakibatkan minimnya dinamika yang terjadi dilapangan, namun Rosyid menganggap hanya satu Kota yang dinamika politinya dinamis yaitu Kota Serang.

Konstelasi politik di Kota Madani tersebut mencuat ketika banyaknya pelaporan pelanggaran dari berbagai belah pihak.

Salah satu kasus pelanggaran pemilu yang meramaikan publik adalah politi uang yang berujung pada gugat ke MK oleh pihak yang dirugikan.

” Kota Serang itu tiga pasangan calon, memang ada yang menyisakan masalah, ketika KPU merekap hasil pemungutan suara dan kemudian yang terbanyak yang ditetapkan sebagai calon terpilih. Walaupun ada gugatan dari calon nomor urut satu ke MK. Tapi MK sudah mengeluarkan putusanya. ” katanya saat diwawancarai diruang kerja, pada Jumat, 17 Agustus 2018 kemarin.

Selain pelanggaran politik uang, ia juga menilai banyak pelanggaran lain yang sering dilakukan oleh beberapa pasangan calon.

” Ada beragam pelanggaran yang terjadi, yaitu, curi star kampanye, kampanye diluar jadwal. ” pungkasnya.

(Yoman)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.