BP Batam Tegaskan Bandara Hang Nadim Tidak Akan Dijadikan Pangkalan Udara TNI AU

BP Batam Tegaskan Bandara Hang Nadim Tidak Akan Dijadikan Pangkalan Udara TNI AU

Kabar5.Com, Batam | Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau tidak akan dijadikan pangkalan udara oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) seperti Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta. Bandara itu sepenuhnya dikelola oleh BP Batam, Badan otoritas ekonomi Batam itu menyebut, TNI AU hanya akan membangun fasilitas pendukung, 18 Oktober 2018.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Bandara Hang Nadim perlu membangun fasilitas pendukung TNI AU lantaran sudah banyak pesawat militer yang mendarat dan lepas landas di sana.

 

Adapun, beberapa fasilitas yang diminta oleh TNI AU antara lain penambahan luas apron pesawat serta tempat peristirahatan bagi awak pesawat.

 

“Intinya bukan menjadi lanud yang besar, hanya penambahan fasilitas saja. Jadi memang ini bukan hal yang baru, karena selama ini kan sudah ada pendaratan -pendaratan, tapi dibutuhkan fasilitas lain. Dan itu yang diharapkan,” ujar Lukita di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Rabu, 17 Oktober 2018 kemarin.

 

Dengan pembangunan fasilitas tersebut, maka aktivitas militer di Bandara Hang Nadim diperkirakan akan semakin ramai. Namun, sampai sekarang, BP Batam belum melihat bahwa itu akan mengganggu kegiatan penerbangan komersial.

 

Namun, ia tetap meminta pertimbangan dari Kementerian Perhubungan selaku otoritas transportasi dan TNI AU itu sendiri. Menurut dia, seharusnya penggunaan Bandara Hang Nadim untuk kebutuhan militer dibahas pada rapat koordinasi di tingkat Menko Perekonomian. Hanya saja, perwakilan dari cabang angkatan perang di bawah TNI itu tidak hadir.

 

“Bahwa keinginan untuk bisa bangun fasilitas pendukung harus lebih didalami lagi. Kebetulan tadi dari pihak TNI AU belum hadir dan perlu ada pandangan dari otoritas perhubungan jadi tadi belum dipaparkan,” ucap dia.

 

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan TNI AU masih berencana untuk membangun lanud di Bandara Hang Nadim. Namun rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu.

 

Alasannya, BP Batam selaku pengelola bandara takut pembangunan lanud akan mengganggu kegiatan penerbangan komersial di sana.

 

Selain itu, status Hang Nadim sebagai bandara alternatif bagi tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, akan dicabut jika dibangun pangkalan militer di sana. Padahal status itu dianggap memberikan penghasilan yang signifikan bagi bandara tersebut.

 

“Bukan ditolak, dulu kita ada di sana karena kita belum membentuk (lanud) dipakai dulu yang lain,” kata Yuyu. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.