Cara TNI AL Temukan CVR Lion Air, Menyelam hingga 42 Meter

Cara TNI AL Temukan CVR Lion Air, Menyelam hingga 42 Meter

Kabar5.Com, Jakarta | Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat ditemukan, pagi tadi. Kotak hitam itu ditemukan Tim Penyelam Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) tak jauh dari titik jatuhnya pesawat.

Kadispen Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengatakan, CVR ditemukan oleh penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) Koarmabar I.

“Ketemu pukul 09.10 WIB,” kata Agung, Senin 14 Januari 2019.

Dalam keterangan tertulis, Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut disebutkan, Tim Penyelam dari Dislambair Koarmada I yang dipimpin oleh Kadislambair Koarmada I Kolonel Laut (E) Monang Sitompul membawa 25 personel untuk mencari CVR.

Mereka dengan didukung alat apung LCU satu unit, perahu karet satu unit, alat selam yang terdiri dari crabe, scuba, ALB, tali, staldrat, dan peralatan pendukung lainnya.

Aksi itu dilaksanakan dari 11 Januari 2019. Tim telah melaksanakan penyelaman dengan diving station KRI Spica-934 pada kedalaman 28-42 meter.

Sebanyak 21 penyelam TNI AL menyelam dengan menggunakan alat selam mixgas crabe dan scuba, alat deteksi ping locater pinjaman dari Singapore dan KNKT.

Mereka mencari CVR pada pada posisi 05̊ 48’ 46.503” S–107̊ 07’ 36.728” E dengan didukung oleh KRI Spica-934 dan Alpung berupa 1 LCDS dan dua perahu karet.

Mekanisme kerja dilaksanakan dengan cara penyelam turun ke bawah laut dengan teknik delapan buddy (16 orang) selama 20 menit sampai 1 jam secara bergantian, mencari dan mendengar suara ping CVR Lion (JT) 610 dan dibantu penyapuan dengan magnetometer oleh KRI Spica-934 mendetek posisi CVR.

Hasil yang diperoleh suara ping dan sinyal dari CVR Lion Air hilang, kemungkinan battrey CVR menjadi lemah setelah 73 hari pesawat jatuh. CVR ditemukan dekat tulang belulang diduga korban Lion Air, kemudian dimasukkan dalam freezer.

“Kegiatan selanjutnya, melaksanakan penyedotan pasir lumpur di area dugaan CVR terpendam dengan menggunakan ejector airman,”demikian lapor TNI AL. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.