Dilanda Banjir, BMKG Imbau Warga Palembang Waspada

Dilanda Banjir, BMKG Imbau Warga Palembang Waspada
Dilanda Banjir, BMKG Imbau Warga Palembang Waspada

Kabar5.Com, Palembang | Sebagian Kota Palembang dilanda banjir akibat hujan deras pada malam hari Senin, 12 November 2018 lalu yang berlangsung hingga Selasa pagi, 13 November 2018 kemarin. Jalan protokol nyaris lumpuh dan empat sekolah diliburkan akibat air yang berketinggian sekitar setengah hingga satu meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 27 daerah di Palembang yang tergenang air. Beberapa di antaranya yakni Simpang Polda, Sekip, Jalan Angkatan 45, dan Jalan Jenderal Sudirman. Dua kolam retensi yang berfungsi sebagai penampung air hujan, Kolam Simpang Polda dan Kolam RS Siti Khadijah pun meluap sehingga menyebabkan banjir ke kawasan pemukiman sekitarnya 14 November 2018.

 

Kasi Data BMKG Kenten Palembang, Nandang, mengatakan curah hujan yang turun pada Senin malam, 12 November 2018 lalu tersebut berintensitas sangat lebat yakni lebih dari 100 milimeter. Hujan deras disebabkan adanya aktifitas Siklon Tropis Gaja yang mengakibatkan Angin Baratan yang masuk ke wilayah Sumatra Selatan yang sarat uap air dari Samudera Hindia yang kemudian membentuk Mesoscale Convective System (MSC).

 

Atas dasar itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di Sumsel, khususnya Palembang untuk waspada terhadap cuaca ekstrem ini hingga tiga hari ke depan.

 

“Waspada sepanjang daerah aliran Ssungai dan dataran landai/rendah yang berpotensi kelebihan air. Waspada juga hujan disertai petir dan angin kencang. Hindari bangunan rawan roboh serta longsor,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Humas Basarnas Palembang, Rio Taufan mengatakan, pihaknya mengevakuasi lebih dari 60 kepala keluarga (KK) di daerah Bandara Residence Palembang dan kawasan Seduduk Putih akibat dilanda banjir hampir satu meter.

 

Atas ancaman bencnana hidrologi yang mengintip di awal musim hujan, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Sekda Sumsel bersama dinas teknis Pemkot Palembang untuk membahas hal ini. Pasalnya, kata Herman, Walikota Palembang Harnojoyo mengaku anggaran terbatas tidak bisa digunakan untuk pencegahan banjir di akhir tahun ini.

 

“Dia ngeluh, ada saluran yang seperti botol bentuknya deket Ampera. Ini hanya Gubernur yang bisa bantu kepada PT Waskita. Lalu untuk retensi di Sekip Bendung tinggak satu rumah yang belum dibebaskan. Pompa tidak ada. Oh kendalanya duit,” ungkapnya.

 

Herman memastikan Pemprov akan mendukung Pemkot Palembang dalam mengatasi masalah banjir yang menahun tersebut, seperti membangun retensi-retensi baru.

 

“Alam itu harus disikapi dan disiasati, enggak bisa juga kita pasrah. Kalau pasrah susah, maka timbul di RPJMD mengajak daerah untuk buat perda alih fungsi supaya tata kotanya tidak sembarangan,” ungkap Herman. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.