Disdukcapil Kota Serang Optimis Target e-KTP Terpenuhi Tahun Ini

Disdukcapil Kota Serang Optimis Target e-KTP Terpenuhi Tahun Ini
Perekapan data e-KTP

Kabar5.Com, Serang | Sekertaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Hudori mengaku optimis mampu mengejar target perekaman data kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP.

Bahkan, pihaknya menargetkan perekaman data bisa rampung pada tahun ini, tepatnya Desember 2017.

“Hingga kini, tercatat sudah 93 persen warga wajib KTP yang melakukan perekaman data e-KTP di Kota Serang. Memang masih di bawah angka nasional (97 persen), tapi kita yakin bisa capai target pada tahun ini. Kita targetkan di akhir tahun ini pembuatan e-KTP mencapai 95 persen. Tidak mungkin 100 persen karena setiap saat wajib KTP bertambah dan ini bukan barang yang pergerakannya stagnan,” kata Hudori saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 20 September 2017.

Untuk memenuhi target tersebut, dikatakan Hudori, pihaknya melakukan jemput bola dimana dengan berkeliling ke seluruh Kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kota Serang dengan maksud menyasar warga yang sudah wajib KTP.

Selain itu bagi orang yang malas antri, malas bolak-balik, kata dia, Disdukcapil sudah menyediakan aplikasi Smartdukcapil, dimana masyarakat tinggal mengunduh di Play Store.

“Masyarakat tinggal isi, sesuai pentunjuk di aplikasi, syaratnya discan, nanti kalau sudah disetujui masyarakat tinggal bawa berkas aslinya ke Disdukcapil, kita pastikan empat hari selesai,” ucapnya.

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Hudori.

 

Lebih jauh, Hudori menerangkan, beberapa kendala dalam perampungan perekaman data e-KTP. Salah satunya yang cukup krusial yakni kesadaran warga yang masih malas.

“Belum semua masyarakat menganggap penting tentang KTP. Dibuktikan sampai saat ini banyak masyarakat yang belum memiliki e-KTP, walaupun kita sering melakukan sosialisasi melalui media cetak maupun elektronik, dan sosialisasi tatap muka langsung,” terangnya.

Pihaknya juga sempat mengalami kerusakan alat perekaman di Kecamatan, alat yang dikirim dari Kemendagri tersebut juga sudah tua sehingga ada alat yang tidak berfungsi dengan baik, juga pemeliharaan yang jauh harus ke Jakarta.

Permasalahan lain, Hudori mengaku dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi gangguan jaringan. Kondisi tersebut membuat perekaman data terhambat mengingat pendaftaran data kependudukan dilakukan secara online.

Blanko e-KTP yang kosong menjadi persoalan utama terlambatnya perekaman data wajib KTP di Kota Serang.

“Sejak September 2016 sampai Maret 2017, praktis kita tidak punya blanko. Saat ini pun blanko belum normal,” pungkasnya. (Rizki)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.