Dufi, Eks Jurnalis Yang Tewas Dalam Drum

Dufi, Eks Jurnalis Yang Tewas Dalam Drum
Dufi, Eks Jurnalis Yang Tewas Dalam Drum

Kabar5.Com, Jakarta | Pekerja keras, bersemangat dan memiliki jaringan luas, begitulah Abdullah Fithri Setiawan 43, atau Dufi dikenal Direktur Utama TV Muhammadiyah (TVMu), Gatot Triyanto, 19 November 2018.

Namun sosok tersebut kini telah tiada. Dufi, sapaan Abdullah Fithri Setiawan diduga menjadi korban pembunuhan. Jasad Dufi ditemukan di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu pagi, 18 November 2018 kemarin. Dalam kondisi tak bernyawa, Dufi ditemukan seorang pemulung di dalam drum plastik berwarna biru yang ditutup rapat dengan lembaran perekat.

 

Semasa hidupnya, Dufi merupakan salah satu pekerja lepas atau freelance pada bidang pemasaran dan penjualan (marketing and sales)TVMu. Gatot mengatakan Dufi telah bergabung di TVMu sejak 2015, dua tahun setelah televisi yang berafiliasi dengan PP Muhammadiyah itu berdiri pada tahun 2013.

 

“Jadi begini, ketika TVMu berdiri tahun 2013, terus Mas Dufi sempat membantu freelance iklan tahun 2015, kemudian 2015 itu memang karena freelance on-off, on-off gitu,” ujarnya saat dihubungi.

 

Hingga akhir hayatnya, Dufi masih tercatat sebagai pekerja lepas di saluran televisi satelit tersebut.

 

Gatot mengatakan selama ini pihaknya mengenal Dufi sebagai seorang yang rajin, pekerja keras dan bersemangat dalam bekerja. Sebagai seorang sales, Dufi dinilainya selalu melebihi target. Atas dasar itu, sambungnya, citra Dufi dikenal begitu baik dalam manejemen stasiun televisi yang dilahirkan PP Muhammadiyah periode 2010-2015 itu.

 

Bahkan, sambung Gatot, dua hingga tiga bulan sebelum peristiwa tersebut, Dufi menjadi sosok yang sangat produktif di TVMu. “2015 dia memulai freelance di TVMU kemudian dia on-off gitu, tahun 2017 ada pergantian direksi masih off dulu baru aktif lagi 2018 ini. Akhir-akhir ini dia mulai aktif lagi, hampir tiga bulan ini dia sangat produktif di TVMu, sejak bulan Juli aktif karena dia bisa mendapatkan iklan,” tuturnya.

 

Saat ini, sambung Gatot, Dufi tengah memegang proyek iklan dan event bersama salah satu merek kosmetik.

 

Proyek itu menjadi yang terakhir dipegangnya. Sebelum peristiwa pembunuhan, Dufi bahkan sempat ke Malang bersama Gatot dan seorang lainnya untuk menjalankan event tersebut.

 

“Kemarin dari Malang ini, baru pulang dari Malang hari Selasa, Rabu sudah pulang. Rencananya ini masih ada di Yogya dan UMS Solo masih ada dua event yang masih PR-nya Dufi. Tapi, karena beliau meninggal, itu saya yang meneruskan,” ujar Gatot.

 

Gatot meyakini jajaran TVMu merasa kehilangan dengan kepergian Dufi.

 

“Dia sangat baik dari sisi kinerja, kedua ibadahnya sangat luar biasa, saya tahu sendiri karena ketika di Malang bertiga sama saya dan satu lagi, salah satunya mas Dufi menginap di rumah saya juga. Maka kami sangat kehilangan dia,” ujarnya.

 

Dufi ditemukan seorang pemulung terbujur di dalam drum pada Minggu pagi, 18 November 2018 kemarin. Kapolsek Klapanunggal Ajun Komisaris Polisi Bimantoro Kurniawan menjelaskan mayat Dufi ditemukan seorang pemulung berinisial SA sekitar pukul 06.00 WIB.

 

Saat itu jasad Dufi ditemukan tewas tanpa identitas. Ia diketahui mengenakan kaos putih yang telah dipenuhi bercak darah.

 

Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa mayat tersebut ke Pusdokkes RS Bhayangkara R Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, untuk diidentifikasi dan autopsi. Di situlah, kata Bimantoro, identitas mayat tersebut terungkap.

 

Dari informasi yang didapatkan kemudian diketahui Dufi yang merupakan kelahiran 1975 itu pernah berkarier sebagai wartawan yakni di Rakyat Merdeka dan Berita Satu. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.