Gubernur Wahidin: Pejabat Wajib Membaca Buku, Jangan dari Internet

Gubernur Wahidin: Pejabat Wajib Membaca Buku, Jangan dari Internet

Kabar5.Com, Serang | Membaca merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Dengan membaca akan membuka wawasan dan menjelajahi dunia. Begitu juga dengan para pejabat wajib untuk membaca, baik itu buku, media cetak atau pun media online.

Demikian disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim, saat memberi sambutan saat acara Hari Kunjungan Perpustakaan 2017, di Perpustakaan Daerah Provinsi Banten, Selasa, 19 September 2017.

Gubernur juga menyampaikan, agar pejabat daerah maupun masyarakat untuk membiasakan diri membaca buku, bukan hanya artikel yang termuat di internet.

“Kalau baca dari Google kadang tidak dapat apa-apa, karena hanya penggalan saja. Tidak ada awalan, kadang tidak ada kesimpulan. Biasakan beli buku, biasakan baca,” katanya

Gubernur juga mengingatkan, kebiasaan membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan seperti itu, suasana literasi akan terbangun membuat anggota keluarga mudah menggemari baca buku.

Mudah-mudahan dengan hari kunjungan ke Perpustakaan ini, minat baca di Banten terus tumbuh dan berkembang terutama generasi muda. Semoga Kepala Daerah juga bisa membantu menambah sarana dan prasarananya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Ajak Moeslim mengatakan, saat ini jumlah pengunjung ke Perpustakaan Provinsi Banten sudah mencapai 470 orang per hari. Sementara target RPJMD kunjungan pembaca mencapai 500 orang perhari.

“Pengunjung Perpustakaan lumayan banyak. Semoga saja akhir tahun ini target 500 pengunjung bisa tercapai,” ucapnya.

Pada acara ini juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyerahkan delapan unit mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) dan enam unit ambulance ke 8 kota/kabupaten di wilayah Provinsi Banten. (Rizki)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.