Hina Kemenag, Guru Madrasah Kota Bogor Kecam Anggora DPR RI Arteria Dahlan

Hina Kemenag, Guru Madrasah Kota Bogor Kecam Anggora DPR RI Arteria Dahlan

Kabar5.com, Bogor – Kementerian Agama (Kemenag) disebut “bangsat” oleh Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan dalam Rapat Komisi III DPR RI bersama jaksa Agung, Kamis, 28 Maret 2018 lalu. Hal itu membuat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Bogor, berang.

Sebagai organisasi profesi, dan Guru Madrasah di Kota Bogor, PGM Indonesia menyatakan keberatan dan tersinggung atas ucapan politisi asal Dapil 6 Jawa Timur itu.

“Kami mewadahi guru madrasah se Kota Bogor yang mendampingi penyelenggaraan Kementerian Agama untuk melahirkan anak-anak bangsa yang memiliki akhlakul karimah, berkarakter baik dalam sikap, perilaku maupun tutur kata melalui pendidikan madrasah dan keagamaan Islam menyatakan keberatan dan tersinggung atas ucapan Saudara Arteria Dahlan,” ujar Ketua DPD PGM Indonesia Kota Bogor, H Hasbulloh, di Bogor, Minggu 1 April 2018.

Menurut Hasbulloh, ungkapan Arteria Dahlan tidak mencerminkan sikap, perilaku dan tutur kata yang mulia seorang anggota DPR RI yang seharusnya menjadi teladan masyarakat dan terhormat. Maka ia meminta Arteria Dahlan, untuk menyampaikan secara terbuka di muka umum, permintaan maaf kepada jajaran Kementerian Agama dan semua lembaga binaan Kementerian Agama di seluruh tanah air dan tidak mengulang kejadian yang sama.

“Kami juga mendesak kepada Badan Kehormatan DPR RI untuk memberikan teguran keras, sekaligus menonaktifkan Arteria Dahlan dari keanggotaan DPR RI,” tandasnya lagi.

Tidak sebatas itu, Hasbulloh mendorong kepada masyarakat umum, khususnya seluruh guru madrasah, pengelola madrasah dan santri serta orang tua siswa untuk tidak memilih kembali Arteria Dahlan dalam pemilihan legislatif yang akan datang.

Ketua DPD PGM Kota Bogor juga menghimbau kepada para tokoh publik dan tokoh nasional untuk memberikan teladan dalam perkataan, tindakan, dan perilaku keseharian yang santun agar menjadi panutan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung akhlak mulia. Untuk  Guru Madrasah agar tetap istiqomah menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dan Ideologi Pancasila kepada siswa di Indonesia  dan menjadi  contoh keteladanan untuk masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami menghimbau kepada para tokoh publik dan tokoh nasional untuk memberikan teladan bagi Masyarakat, serta mengajak Para Guru Madarsah tetap istiqomah menanamkan akhlakul karimah dan Ideologi Pancasila kepada siswa, menjadi  contoh keteladanan untuk masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (CDX)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.