ICW Sebut Penanganan Korupsi di Banten Berjalan Lambat

ICW Sebut Penanganan Korupsi di Banten Berjalan Lambat
Kabar5.Com, Serang | Koordinator Indonesia Coruption Watch (ICW) Ade Irawan menganggap penanganan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Banten berjalan lambat. 

Hal ini disampaikan oleh Ade Irawan saat menjadi pemateri kajian di Kampus Universitas Islam Negri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten. 21 Mei 2018
“Kasus korupsi yang ditangani KPK bisa dikatakan paling lambat itu Daerah Banten, KPK hanya menyampaikan bahwa Banten ini menjadi target kerjanya KPK, tanpa ada gerakan nyata” kata Ade Irawan.
Dilain sisi dikatakan Ade kasus korupsi di Banten menyeruak disebabkan gerakan mahasiswa di Banten action kontrolnya kurang terhadap kasus korupsi itu sendiri.
“Mahasiswa bukan menara gading, tapi menara api. Artinya mahasiswa memiliki peran yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Panwaslu Kabupaten Serang Oman Abdurahman mengatakan korupsi merupakan sebuah kejahatan yang luar biasa.
“Untuk menghadapi korupsi cara pandang berjamaah terhadap korupsi harus sama agar tidak ada saling kecurigaan antar elemen yang sedang menggali kasus korupsi,” ucap Oman Abdurahman.
Oman juga, menyarankan untuk menangkal terjadinya korupsi di Banten harus dibentuk patner lokal dengan berbagai lembaga Seperti ICW.
“Membangun kesadaran anti korupsi jangan hanya menjadi konsumsi pihak akademisi, tetapi semua elemen harus bisa terlibat,” pungkas Oman.
(Yoman) 
Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.