Identitas Mayat Pria Mengapung Bertato FarisT Terungkap

Identitas Mayat Pria Mengapung Bertato FarisT Terungkap
Identitas Mayat Pria Mengapung Bertato FarisT Terungkap

Kabar5.Com, Malang | Identitas mayat pria bertato FarisT akhirnya terungkap. Keluarga yang curiga dengan ciri-ciri korban akhirnya mendatangi Mapolsek Kepanjen. Identitas korban terkuak, pria tersebut diketahui sudah beristri.

 

“Keluarga tahu dari media sosial, dan kemudian datang kesini (Polsek Kepanjen), dicocokkan dengan ciri-cirinya akhirnya benar,” terang Usman Mansyur perangkat desa yang mengantar kerabat korban ditemui di Mapolsek Kepanjen Senin 14 Januari 2019, malam.

 

Menurut Usman, korban adalag Fahril Cahyo Putro usianya kini sekitar 21 tahun. Fahril tinggal di Desa Gedog Wetan, Turen, Kabupaten Malang. Fahril mempunyai istri dan satu anak.

 

“Namanya Fahril, tato dipunggung juga menyakinkan keluarga bahwa itu adalah korban. Selain tahi lalat di wajah,” sahut Usman.

 

Seorang wanita mengaku kerabat Fahril mengatakan korban terakhir kali diketahui pada Jumat 4 Januari 2019, malam. Ketika itu, korban hendak menjenguk istrinya yang tengah mengalami pendarahan.

 

“Istrinya dilarikan ke Rumah Sakit Ben Mari, Kendalpayak, pada Jumat malam. Korban terakhir kali terlihat waktu itu,” ucap Usman menirukan pernyataan wanita itu.

 

Diceritakan, menjelang dini hari korban pamit keluar dari ruang tunggu penanganan pasien. Itu merupakan saat terakhir keluarga melihat korban sebelum pagi tadi ditemukan mengapung di Sungai Molek, Kepanjen.

 

“Malamnya pamit, sempat tukar HP dengan ayahnya. Setelah itu, tak diketahui keberadaannya. Dihubungi juga tak bisa,” beber Usman.

 

Istri korban sendiri mengalami pendarahan di usia kandungan menginjak tujuh bulan. Dalam pernikahannya, korban yang bekerja serabutan ini sudah dikaruniai satu orang anak.

 

Keluarga datang ke Mapolsek Kepanjen dimintai keterangan oleh petugas dan menunjukkan bukti jika korban adalah kerabat mereka. Usai pemeriksaan untuk memastikan identitas korban, keluarga bertolak ke kamar jenazah Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, untuk memintakan visum sebelum jenazah dibawa ke rumah duka.

 

“Ini mau ke rumah sakit, minta visum dan membawa jenazah pulang,” terang Usman. Setidaknya ada tiga orang yang mengaku kerabat dari korban datang ke Polsek Kepanjen. Satu diantara mereka adalah perempuan.

 

Tim Inafis Satreskrim Polres Malang sendiri awalnya sudah berhasil mengidentifikasi identitas korban dari hasil rekam sidik jari. Ketika informasi tersebut didalami, beberapa orang mengaku kerabat korban datang ke Polsek Kepanjen.

 

Seperti diberitakan, pria bertato tak memiliki identitas ditemukan mengapung di Sungai Molek, Kepanjen, Senin 14 Januari 2019, pagi. Polisi membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan penyelidikan.

(Red)_

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.