IHSG BEI di Tutup Melemah 32,61 Poin

IHSG BEI di Tutup Melemah 32,61 Poin

Kabar5.Com, Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih dipengaruhi tekanan eksternal. Khususnya kebijakan moneter di AS.

“Kita dan BI terus mencermati perkembangan yang terjadi dengan mata uang dolar AS, terutama yang memang akan terus mengalami pergerakan di dalam konteks normalisasi kebijakan di AS,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

Untuk meredam gejolak US$, Sri Mulyani memastikan, pemerintah akan menjaga pondasi ekonomi Indonesia. Baik dari sisi APBN, agar kepercayaan pasar tidak tergerus tekanan global yang juga disebabkan perkembangan geopolitik.

“Hasil dan kinerja sampai Mei menunjukan APBN baik dari sisi pendapatan yaitu perpajakan dan PNBP yang meningkat sangat signifikan dan belanja negara tetap terjaga dan defisit terus dijaga sesuai UU APBN,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, menyakini, bank sentral telah mempunyai kebijakan dari sisi moneter yang disiapkan untuk menjaga stabilitas perekonomian.

“Kami bersama-sama akan menjaga perekonomian Indonesia karena ketidakpastian yang berasal dari `policy` AS, baik itu ekonomi maupun di bidang geopolitik, pasti mempengaruhi harga minyak, suku bunga global, maupun mata uang,” ujarnya.

Melalui upaya koordinasi tersebut, Sri Mulyani berharap, pondasi ekonomi nasional, semakin kuat dan berkinerja mentereng. Meski saat ini sedang terjadi gejolak nilai tukar di pasar finansial.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, melemah 99 poin menjadi Rp14.144 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.045 per US$.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, ditutup melemah sebesar 32,61 poin. Diduga terpengaruh sentimen negatif dari pergerakan rupiah.

“Mata uang rupiah yang melemah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi IHSG kembali berada dalam area negatif,” ujar Analis Teknikal Panin Sekuritas William Hartanto.

IHSG BEI ditutup melemah 32,61 poin, atau 0,56% menjadi 5.783,31. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,01 poin (0,86%) menjadi 918,89.

Ia mengatakan nilai tukar rupiah yang masih berada di atas level Rp14.000 per US$, di luar ekspektasi pelaku pasar. Karena sebelumnya BI sudah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan.

(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.