Usaha Roti Sampai Kue Kering

Usaha Roti Sampai Kue Kering

Kabar5.Com, Jakarta | Puasa dan lebaran, benar-benar membawa berkah bagi para pembuat dan penjual kue, khususnya kue kering. Hanya saja memang, karena menjamurnya pesaing menjadikan mereka was-was meskipun sebenarnya siap berkompetisi.

Dalam sehari, industri rumahan yang terletak di Kwitang, Jakarta Pusat, itu menjual 30 kaleng kue kering.

Di tempat ini diproduksi beberapa jenis kue kering. Mereka mampu menjual sebanyak 30 kaleng kue kering per hari.


Pekerja menyelesaikan pembuatan kue kering. Kue kering yang diproduksi di tempat ini seperti nastar, kue kacang, lidah kucing, putri salju, dan kastangel. Kue kering di tempat ini dijual Rp 60.000-Rp 70.000 per kaleng.

Berbeda dengan halnya Niko.

“Pelan tetapi pasti bisnis roti ini dapat terselamatkan adanya hari-hari besar keagamaan, walaupun produksi di tahun ini terbilang rendah jika dibadingkan tahun kemarin” ujar Niko.

Kembali Niko menerangkan, jika sebelumnya kosentrasi produksi pabrik memproduksi beranekaragam roti dengan aneka rasa dalam jumlah yang tidak begitu tinggi dikarenakan berkurangnya produksi akibat terkendala tingginya bahan baku, untuk menyelamatkan omzet pendapatan satu bulan kedepan rutinitas kegiatan dialihkan membuat bervariasi kue-kue kering lebaran yang diharapkan sangat direspon pasar

“Dan selama beberapa tahun ini distribusi kue-kue lebaran pabrik kita berada diluar area Palembang, seperti daerah Lahat, Prabumulih, dan Muara Enim, itupun merupakan langganan tetap yang selalu datang dengan memasan dalam jumlah besar, dan baru-baru ini pelangan dari daerah Prabumulih datang dengan sebuah mobil muatan dan memesan dengan jumlah besar,” imbuhnya

Untuk menyikapi pelangan lainnya, setiap hari produksi terus berjalan hingga sore, perhari bahan baku 50 kg diolah menghadirkan kue-kue lebaran pilihan yang kerap dikenal sebagai kudapan ringan dengan cita rasa manis dan renyah

Tetapi persaigan cukup ketat dan hal ini dikarenakan semakin banyaknya home industry yang mulai merambah keberutungan dengan mengelar beraneka ragam kue kering olahan rumah sendiri. Ini tidak bisa dibilang sepele dengan membanjirnya pedangan musiman, walaupun terdapat banyak juga para pemilik toko yang sering menawarkan barang kebutuhan sembako kini mulai memesan aneka produksi produk kita meskipun dalam jumlah yang tidak begitu besar

Terpisah, salah satu pedagang musiman, Yani mengatakan, pihaknya segaja memproduksi sendiri kue-kue kering dan turut memasarkan produknya disejumlah pasar tradisional maupun menitipkannya disejumlah berapa toko kelontongan.

Yani mengakui, untuk saat ini produksi kuenya sangat minim sekali untuk satu hari hanya berkisar 10 kg bahan baku. Hasilnya bisa mencapai tujuh hingga delapan bal dan rutinitas ini rutin dilakukan setahun sekali omzetnyapun cukup menjanjikan meskipun tidak begitu besar.

Mengenai harga yang ditawarkan cukup bervarisi bagi konsumen yang ingin menjual kembali, harga ditawarkan dibawah standar seperti halnya jika kue nastar Rp 26.000 per kilo, dapat dijual berkisar Rp. 19.000 per kilo, tetapi jika telah dilengkap dengan bingkisan menarik harganya bisa berkisar Rp 30.000.

“Mengenai harga tersebut bisa dikatakan hampir sama dengan agen besar yang memproduksi dalam jumlah besar. Pesanan pun untuk saat ini hanya seberapa saja, sehingga saya sendiri pun memproduksi tidak begitu besar, tetapi di minggu kedua biasanya pesanan akan terus bertambah dan kesibukanpun semakin terlihat .” imbuhnya (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.