Kepala Brimob Copot Pangkat Jenderal Kehormatan Luhut

Kepala Brimob Copot Pangkat Jenderal Kehormatan Luhut

Kabar5.Com, Jakarta | Kepala Korps Brigadir Mobile (Brimob) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Murad Ismail, telah mencabut surat keputusan tentang gelar kehormatan untuk Brigadir Jenderal Titular Luhut L. Panjaitan. Tanda kehormatan Titular itu berarti pangkat yang diberikan pada seseorang di luar kalangan polisi.

“Saya diperintah Pak Kapolri dan saya kemarin, sudah rapat dan kita cabut surat keputusan pangkat Titular itu,” kata Murad Ismail di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (19/8/2016).

Murad menjelaskan, tidak ada yang salah, karena ketidaktahuan saja dari internal Brimob pada waktu itu.

“Saat itu, bukan jabatan saya (waktu Titular Luhut L. Panjaitan diberi gelar jenderal kehormatan). Ketidaktahuan staf Brimob, sehingga itulah terjadi seperti ini. Tetapi, sebenarnya tidak ada yang salah,” katanya.

Meski telah dicopot, katanya, Luhut tetap sebagai warga kehormatan Brimob. Soalnya yang bersangkutan telah banyak membantu mantan Kepala Brimob Polri, mendiang Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Muhamad Yasin, yang sekarang bergelar pahlawan nasional.

“Pak Luhut itu yang jaga Pak Yasin sampai meninggal. Pak Yasin, Bapak Brimob pertama, bapak polisi kita. Jadi, itu Brimob merasa terharu zaman itu mungkin, karena ada masukan-masukan, sehingga dikasih warga kehormatan,” ujarnya.

Di masa mendatang, kata Murad, akan melakukan perbaikan di internal Brimob, agar menjadi lebih baik dan tidak ada kesalahan masalah administrasi.

“Pokoknya, mulai dari sekarang sampai seterusnya, tidak ada lagi warga kehormatan dari Brimob itu masalah pangkat,” katanya. (vvc/klc)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan