Kowani Tolak Istilah “The Power of Emak-emak”

Kowani Tolak Istilah “The Power of Emak-emak”

Kabar5.Com, Yogyakarta | Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Giwo Rubianto menolak dengan tegas istilah The Power of Emak-emak yang belakangan ini santer dibicarakan. Menurutnya, ibu di Indonesia telah memiliki panggilan istimewa yakni ‘Ibu Bangsa’, 15 September 2018.

Pernyataan itu disampaikan Giwo saat sambutan dalam General Assembly International Council of Women ke-35 di Yogyakarta, pada Jumat, 14 September 2018 kemarin. Acara juga dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

“Kami memperhatikan pernyataan Bapak (Jokowi) pada waktu peringatan Hari Ibu yang lalu pada tanggal 22 Desember 2017 di Papua perihal peran ibu bangsa. Sesungguhnya peran ibu bangsa bukan sebuah beban melainkan suatu kehormatan yakni berupa tugas mempersiapkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, inovatif, kreatif dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan,” ujar Giwo, dilihat detikcom dari video yang dipublikasikan Kementerian Sekretariat Negara.

 

Dalam kesempatan itu, Giwo menolak sebutan The Power of Emak-emak. Dia menyebut hanya ada sebutan The Power of Ibu Bangsa bagi ibu-ibu di Indonesia.

 

“Kami tidak mau kalau kita, perempuan Indonesia yang mempunyai konsep Ibu Bangsa sejak tahun 1935, sebelum kemerdekaan, kalau dibilang emak-emak,” ujar Giwo yang disambut gemuruh tepuk tangan para wanita.

 

“Kami tidak setuju! Tidak ada The Power of Emak-emak. Yang ada The Power of Ibu Bangsa,” lanjutnya.

 

Istilah The Power of Emak-emak sempat disebut oleh bakal cawapres Sandiaga Uno dalam beberapa kesempatan. Misalnya saja saat dia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Sandiaga saat berbicara soal rotasi jabatan di Pemprov DKI.

 

“Jadi kita nanti lihat bagaimana pak Aspem, asisten pemerintahan mendorong juga bagaimana sustainability keterwakilan dari perempuan, bukan hanya keterwakilan ya. Tapi memang perempuan hebat, perempuan mandiri, the power of emak-emak, the power of ibu-ibu harus hadir di wilayah DKI Jakarta ini,” jelas Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

 

Kemudian usai mundur dari Wagub dan mendaftar sebagai cawapres, Sandiaga kembali bicara soal ‘emak-emak’. Dia menyebut partai emak-emak di gedung KPU.

 

“Kita nggak banyak, data emak-emak yang kita pakai, data milenial yang kita pakai bahwa memang lapangan kerja susah didapat, dan harga tinggi itu jadi catatan kita dan data lainnya merujuk. Kita nggak mau melakukan manipulasi dari data tersebut,” ucap Sandi di Jl Purnawarman, Jakarta Selatan. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.